Redaksi
Redaksi

Senin, 07 Juli 2025 22:25

DPRD Parepare Sidak Gudang Bulog Usai Harga Beras Meroket, Stok Ternyata Melimpah

DPRD Parepare Sidak Gudang Bulog Usai Harga Beras Meroket, Stok Ternyata Melimpah

DPRD Parepare melakukan sidak ke Gudang Bulog menyusul lonjakan harga beras di pasar. Stok beras ditemukan melimpah, sementara Bulog bersiap menyalurkan beras subsidi SPHP untuk menekan harga.

PAREPARE,BUKAMATANEWS – DPRD Kota Parepare melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Gudang Bulog Parepare setelah menerima banyak keluhan warga mengenai lonjakan harga beras dalam beberapa hari terakhir. Sidak tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Parepare, Kaharuddin Kadir, pada Rabu (9/7/2025).

Kaharuddin mengungkapkan bahwa laporan dari masyarakat datang cukup deras dalam dua hingga tiga hari terakhir, baik melalui telepon langsung kepada anggota DPRD maupun melalui media sosial.

“Sidak ini kami lakukan karena laporan yang 2–3 hari ini sangat kencang terkait kenaikan harga beras,” ujarnya.

Stok Beras Bulog Melimpah

Dalam sidak tersebut, DPRD memeriksa stok beras yang diduga menjadi penyebab kenaikan harga di pasar. Namun hasil pengecekan menunjukkan bahwa stok beras Bulog justru sangat mencukupi.

“Ternyata stok yang ada itu tersedia 105 ribu ton. Jadi stoknya berlebih malah,” jelas Kaharuddin.

Bulog Segera Salurkan Beras SPHP

Bulog Parepare memastikan bahwa penyaluran beras subsidi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) akan segera dilakukan. Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah menerbitkan surat perintah penyaluran pada 8 Juli.

Sebanyak 40 pengecer di Parepare akan menerima kuota 2 ton per pengecer. Harga beras SPHP dari Bulog ditetapkan Rp 11.000 per kilogram, sementara pengecer dilarang menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 12.500 per kilogram.

Pimpinan Cabang Bulog Parepare, Mohammad Junaedy, memperkirakan distribusi SPHP dapat dimulai pekan depan.

“Harapan kami minggu ini sudah bisa salur. Semoga bisa langsung menekan harga beras,” ujarnya.

DPRD Minta Warga Laporkan Pengecer Nakal

DPRD menyatakan akan mengawasi penyaluran beras subsidi tersebut. Warga diminta segera melapor jika menemukan pengecer yang menjual di atas HET atau tidak menyalurkan kuota yang diterima.

“Kalau ada pengecer tidak menyalurkan 2 ton sesuai kuotanya, masyarakat boleh melaporkan ke DPRD atau Bulog,” tegas Kaharuddin.

Ia menambahkan bahwa kualitas beras SPHP yang akan disalurkan merupakan jenis medium dengan tingkat patahan maksimal 25 persen dan dinilai layak konsumsi.

Lonjakan Harga di Pasar

Sebelumnya, penahanan distribusi beras SPHP oleh Bulog disebut sejumlah pedagang sebagai salah satu pemicu kenaikan harga. Di Pasar Lakessi, harga beras premium lokal bahkan mencapai Rp 16.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 12.000.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.