Redaksi
Redaksi

Jumat, 19 Juni 2026 20:02

Penulis Cilik Putri Alya Sidik (Kanan) bersma Host Kopi Tumpah (Bukamatanews) Nana Djamal saat podacst bersamabaru baru ini
Penulis Cilik Putri Alya Sidik (Kanan) bersma Host Kopi Tumpah (Bukamatanews) Nana Djamal saat podacst bersamabaru baru ini

Usia Baru 9 Tahun, Alya Hadirkan Tiga Buku Inspiratif untuk Anak Indonesia

Di usia 9 tahun, Alya meluncurkan tiga buku perdana berbahasa Inggris yang mengangkat tema pendidikan, kesehatan, dan kreativitas anak.

JAKARTA, BUKAMATANEWS — Dunia literasi anak Indonesia kembali mendapat warna baru. Di tengah derasnya perkembangan teknologi digital, seorang anak berusia sembilan tahun, Putri Alya Sidik, mencatatkan langkah istimewa dengan meluncurkan tiga buku perdananya sekaligus.

Peluncuran yang berlangsung di Hotel Gran Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (9/6/2026), menandai debut Alya sebagai penulis cilik dengan karya yang seluruhnya ditulis dalam bahasa Inggris.

Tiga buku tersebut masing-masing berjudul “My School is My Second Home”, “I Love Healthy Food”, dan “Learning Piano Makes Me Happy”. Ketiganya mengangkat cerita sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak, mulai dari pengalaman di sekolah, kebiasaan hidup sehat, hingga kegiatan positif di luar akademik.

Melalui buku-bukunya, Alya ingin membagikan pengalaman sekaligus mengajak anak-anak Indonesia untuk menjalani masa kecil dengan lebih aktif, sehat, dan penuh semangat.

“Aku ingin teman-temanku bersemangat dan gembira di sekolah, lebih suka makanan sehat, dan juga melakukan kegiatan yang menyenangkan di luar sekolah. Karena aku dan teman-temanku harus menjadi anak Indonesia yang sehat, pintar, dan berprestasi,” ujar Alya saat peluncuran bukunya.

Kemunculan Alya sebagai penulis cilik dinilai menjadi fenomena menarik di tengah dominasi aktivitas digital dan media sosial yang semakin dekat dengan kehidupan anak-anak.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid mengapresiasi keberanian Alya berkarya sejak usia dini. Menurutnya, lahirnya penulis anak seperti Alya menunjukkan bahwa kreativitas dan imajinasi generasi muda Indonesia terus berkembang.

“Tumbuhnya keberanian Alya untuk menerbitkan buku di usia 9 tahun menjadi hal yang patut diapresiasi dan dirayakan. Ini menunjukkan bahwa anak-anak Indonesia memiliki kreativitas, imajinasi, dan keberanian untuk berkarya sejak dini,” ujar Meutya dalam kata pengantarnya.

Ia juga menekankan bahwa di tengah kemajuan teknologi, budaya membaca dan menulis tetap memiliki peran penting dalam membantu anak-anak mengembangkan cara berpikir, berkreasi, serta memperluas wawasan.

Ke depan, Alya telah menyiapkan rencana untuk melanjutkan perjalanan literasinya melalui serial buku bertajuk “Diary of Alya” yang akan mengangkat kisah kehidupan sehari-hari.

Alya menargetkan dapat menerbitkan sedikitnya tiga buku baru setiap tahun. Karya-karyanya dikemas dalam format yang ramah anak, menggunakan bahasa Inggris, dilengkapi ilustrasi berwarna, serta memiliki jumlah halaman yang ringan agar mudah dibaca.

“Aku ingin buku ini mudah dibaca dan dibawa oleh teman-temanku, menyenangkan karena banyak gambar dan berwarna, menambah kemampuan bahasa Inggris, serta memberi inspirasi untuk hidup sehat, semangat, dan berprestasi,” tutur Alya.

Kehadiran Alya menjadi bukti bahwa usia bukan batas untuk berkarya. Dari sebuah cerita sederhana, ia membawa pesan tentang pentingnya membaca, kreativitas, dan keberanian bermimpi bagi anak-anak Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Putri Alya Sidik #Mahfuz Sidik