MAROS, BUKAMATANEWS – Pemerintah Kabupaten Maros kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dengan menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Kamis (1/5/2025). Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk memastikan harga bahan pokok tetap stabil, terutama menjelang hari besar keagamaan yang kerap memicu lonjakan inflasi.
Wakil Bupati Maros, Andi Muetazim Mansyur, yang memimpin HLM tersebut, mengungkapkan bahwa tingkat inflasi di Kabupaten Maros saat ini masih dalam batas aman, yaitu di bawah 2,5 persen. Meski demikian, kenaikan harga beberapa komoditas seperti cabai besar dan beras tetap menjadi perhatian serius pemerintah.
“Inflasi kita saat ini relatif terkendali. Namun, kami tetap waspada karena biasanya menjelang hari besar keagamaan, harga kebutuhan pokok cenderung mengalami kenaikan, meskipun pada kondisi normal harga-harga masih stabil,” jelas Muetazim dalam sambutannya.
Muetazim menambahkan bahwa TPID Maros telah melakukan berbagai langkah strategis, termasuk melakukan survei harga secara rutin di pasar tradisional serta membandingkan harga dengan daerah tetangga, khususnya Kota Makassar. Hal ini dilakukan agar pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah cepat bila terjadi lonjakan harga yang tidak wajar.
“Pemantauan ini menjadi langkah antisipasi. Kami tidak ingin masyarakat terbebani akibat kenaikan harga yang signifikan,” tegasnya.
Selain pemantauan harga, pemerintah daerah juga menyiapkan program operasi pasar dan pasar murah di sejumlah titik strategis di Maros. Program ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat, terutama menjelang momen-momen hari besar.
“Operasi pasar dan pasar murah ini sudah terbukti cukup efektif dalam menjaga kestabilan harga dan membantu meringankan beban masyarakat,” ujar Muetazim.
Lebih lanjut, Muetazim mengapresiasi kerja sama dan koordinasi yang baik antara instansi pemerintah dan berbagai pihak terkait dalam upaya pengendalian inflasi di Kabupaten Maros. Ia menegaskan, koordinasi yang solid menjadi kunci keberhasilan dalam menangani berbagai potensi kendala yang muncul di lapangan.
“Alhamdulillah, sinergi antarlembaga di TPID Maros berjalan lancar. Kalau ada kendala di lapangan, bisa langsung diselesaikan dengan cepat,” pungkasnya.
Dengan adanya High Level Meeting ini, Pemerintah Kabupaten Maros berharap seluruh elemen yang tergabung dalam TPID dapat terus berkolaborasi dalam menjaga kestabilan harga dan memastikan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga.
TAG
BERITA TERKAIT
-
HUT ke-67 Maros Tanpa Euforia Berlebihan, Pemkab Pilih Refleksi dan Percepatan Pembangunan
-
Inovasi Penanganan TBC Antar Maros Raih Pengakuan Nasional, Chaidir Syam Terima Anugerah Daerah Terbaik
-
379 Petugas Turun ke Lapangan, Maros Mulai Sensus Ekonomi 2026 untuk Petakan Kekuatan Daerah
-
Air Mata Haru di Gate 12: Bupati Maros Sambut Langsung 387 Jamaah Haji Kloter 14, Beri Perhatian Khusus Jamaah Stroke
-
Bupati Maros Sebut Peralihan Status PNS Bakal Merdekakan Regulasi PPPK