MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Komandan Lantamal VI Makassar (Danlantamal VI) Brigadir Jenderal TNI (Mar) Dr. Wahyudi, S.E., M.Tr.Hanla., M.M., M.Han., memberikan pengenalan alat utama sistem senjata (Alutsista) TNI AL kepada santri Pondok Pesantren Madinah, di Markas Komando Lantamal VI Makassar, Rabu, 30 April 2025.
Sebanyak 70 santri Pondok Pesantren Madinah dikenalkan dengan alutsista TNI AL, unsur kapal yang terdapat di Lantamal VI Makassar. Yaitu KAL Mamuju dengan melaksanakan open ship dan melihat langsung keadaan kapal.
Selain melaksanakan open ship, para santri juga berkesempatan mengunjungi Naval Museum Lantamal VI dan menyaksikan koleksi-koleksi sejarah serta pengetahuan terkait TNI AL dan maritim Nusantara.
Pada kesempatan ini, Danlantamal VI bertemu secara langsung para santri dari Pondok Pesantren Madinah dan memberikan penjelasan mengenai alutsista serta motivasi untuk bergabung menjadi anggota TNI AL.
Danlantamal VI menjelaskan, pengenalan ini bertujuan untuk mengedukasi para santri terkait sistem persenjataan TNI AL dan meningkatkan wawasan maritim nusantara.
"Melalui kunjungan ini, diharapkan generasi muda lebih memahami peran dan fungsi Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yang dimiliki TNI AL," ujar Danlantamal VI.
Kepala Sekolah Pondok Pesantren Madinah, Abdurahman, menyatakan momen untuk diberikan pengarahan secara langsung oleh Danlantamal VI merupakan kesempatan berharga bagi para santri untuk mendapat pengetahuan alutsista dan maritim Nusantara, serta motivasi bagi pilihan jenjang karier ke depan untuk dapat bergabung mempertahankan negara bersama TNI AL.
Hadir dalam kesempatan ini para PJU, Kadis/Kasatker Lantamal VI Makassar. (*)
BERITA TERKAIT
-
Taufan Pawe Tantang Ombudsman Optimalkan 38 Perwakilan, Awasi Pelayanan Publik hingga Daerah
-
PI Migas Sengkang Naik Jadi 10 Persen, Sulsel dan Wajo Bidik Tambahan Pendapatan Daerah
-
MAKI Ultimatum KPK, Tahan Dua Anggota DPR Tersangka Kasus CSR BI-OJK atau Hadapi Praperadilan
-
Pemprov Sulsel Diganjar Dua Penghargaan Sekaligus Pemda Berprestasi Batch II dari Kemendagri 2026
-
Nasib 600 Buruh Bagasi Pelabuhan Makassar Disorot, DPRD Sulsel Beri Tenggat 3 Bulan