Meski Anggaran Pusat Dipangkas, Pemkab Maros Tetap Genjot Proyek Infrastruktur
Dengan langkah-langkah ini, Pemkab Maros menunjukkan bahwa meski tantangan fiskal terjadi di tingkat pusat, pembangunan daerah tetap berjalan progresif dan terukur demi kesejahteraan masyarakat.
MAROS, BUKAMATANEWS — Di tengah pemangkasan anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum yang berdampak ke sejumlah daerah, Pemerintah Kabupaten Maros justru melaju agresif dalam pembangunan infrastruktur. Bupati Maros, Chaidir Syam, bersama Wakil Bupati Muetazim Mansyur, menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat pembangunan demi pelayanan publik yang lebih merata.

Sejumlah proyek strategis dijadwalkan mulai dikerjakan di semester pertama tahun 2025. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah pembangunan lanjutan Jembatan Pattiro di Desa Bonto Manai, serta perintisan jalan di Desa Bonto Matinggi, Kecamatan Tompobulu.
Didampingi Kepala Dinas PUTRPP Maros, Alfian Amri, Bupati Chaidir turun langsung meninjau lokasi sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam memastikan efektivitas pengerjaan.
“Jembatan di Pattiro ini sangat vital karena menghubungkan beberapa desa. Sebelumnya hanya ada jembatan gantung yang tak bisa dilalui kendaraan roda empat. Tahun ini kita lanjutkan pembangunannya dengan anggaran Rp2 miliar,” ujar Chaidir.
Menurutnya, kehadiran jembatan permanen ini akan mempermudah akses warga terhadap layanan pemerintah, seperti kesehatan dan administrasi kependudukan. Tenaga medis dan petugas lapangan pun dapat menjangkau masyarakat dengan lebih cepat dan aman.
Tompobulu Jadi Fokus Pembangunan
Selain di Pattiro, Kecamatan Tompobulu juga menjadi salah satu titik fokus pembangunan infrastruktur tahun ini. Pemkab Maros telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp7 miliar untuk berbagai proyek, mulai dari pengerasan jalan, pembangunan jembatan, peningkatan jalan beton, hingga pembangunan embung di Desa Masale.
“Insya Allah, pembangunan ini akan menjadi penggerak roda ekonomi di wilayah pegunungan, dan mempermudah mobilitas warga sehari-hari,” tambah Chaidir.
Tanggapi Kerusakan Pascabencana
Terkait kerusakan infrastruktur akibat bencana banjir beberapa waktu lalu, Pemkab Maros telah melakukan inventarisasi dan tengah menyusun skala prioritas untuk percepatan perbaikan.
Sementara itu, Kepala Dinas PUTRPP, Alfian Amri menyebutkan bahwa pembangunan jalan poros Tomlobalang di Desa Bonto Matinggi masih dalam tahap perencanaan dan perintisan.
“Estimasi kebutuhan anggarannya sekitar Rp15 hingga Rp20 miliar. Tahap awal baru bisa dilakukan pengerasan dan sebagian betonisasi sepanjang 4 kilometer,” jelas Alfian.
Dengan langkah-langkah ini, Pemkab Maros menunjukkan bahwa meski tantangan fiskal terjadi di tingkat pusat, pembangunan daerah tetap berjalan progresif dan terukur demi kesejahteraan masyarakat.
News Feed
Aktor Gary Iskak Meninggal Dunia Usai Kecelakaan Motor di Bintaro
29 November 2025 18:30
Makassar Resmi Sandang Predikat Kota Toleransi 2025, Raih Harmony Award dari Kemenag RI
29 November 2025 17:11
Duka Indonesia! 74 Orang Tewas Akibat Banjir dan Longsor di Agam, 78 Masih Hilang
29 November 2025 16:23
Berita Populer
29 November 2025 09:50
Di Tengah Ketidakpastian Global, Ekonomi Sulsel Tetap Terjaga dengan Pertumbuhan Tahunan 5,25 Persen
29 November 2025 11:25
29 November 2025 12:27
29 November 2025 16:15
Sulsel Raih Penghargaan Terbaik 1 Swasti Saba KKS 2025, Gubernur Andi Sudirman: Ini Prestasi Bersama
29 November 2025 13:56
