Demi Stadion Untia, Pemkot dan PIP Makassar Sepakati Hibah Aset Strategis
05 Juni 2026 13:53
Kegiatan Silatnas ditutup dengan Gala Dinner yang digelar di Hotel Claro Kota Makassar, dimana diantaranya adalah kegiatan persembahan alumni, berbagi tali kasih dan Aksi Emas untuk guru.
MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Alumni SMA Kelas III Khusus Balai Pelatihan Guru (BPG) Makassar menggelar kegiatan Silaturahmi Nasional (Silatnas) dari alumni angkatan 1990 sampai dengan Tahun 2009, Minggu, 27 Januari 2025.

SMA Kelas III Khusus BPG adalah salah satu program dari Kanwil Depdikbud yang dimulai sejak tahun 1990 sampai dengan tahun 2009, dimana mengumpulkan siswa SMA kelas III jurusan IPA dan IPS dari berbagai sekolah di semua Kabupaten/Kota se Sulawesi Selatan.
Program ini bertujuan agar meningkatkan kualitas pembelajaran dan prestasi akademik pelajar di Sulawesi Selatan sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Program SMA Kelas III Khusus BPG Makassar ini dapat dikatakan sebagai salah satu program yang berhasil mencetak alumni-alumni yang kompeten di bidang masing-masing. Program ini telah menghasilkan ribuan tokoh profesional yang kini telah berkiprah di berbagai bidang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia bahkan Luar Negeri.
Kegiatan Silatnas yang dilaksanakan berhasil mengumpulkan alumni-alumni dari seluruh Wilayah Indonesia dan berkumpul di halaman Kantor LPMP Sulawesi Selatan, Jalan Andi Pangeran Pettarani Kota Makassar.
Kegiatan diawali dengan jalan santai, senam sehat, games dan hiburan, bakti sosial dan undian Doorprize, silaturahmi antar alumni dan puncaknya Pemilihan Ketua IKA yang pertama, yakni Efendi, SH, MH yang merupakan Inspektorat di Kejagung RI.
Efendi berharap agar seluruh alumni semakin sukses, selalu kompak dan terus bersinergi.
"Karena kita lahir dari satu kelas khusus yg berasal dari siswa siswi pilihan tentunya kita harap menjadi yg terbaik dalam memberikan pelayanan pada masyarakat sesuai bidang kita atau profesi kita masing-masing," harapnya.
Program Kelas Khusus yang dicanangkan oleh Pemerintah Sulawesi Selatan sejak tahun 1990 sampai dengan 2009 perlu diprogramkan kembali oleh pemerintah baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk menciptakan generasi unggul dari putra-putri terbaik di Sulawesi Selatan.
Salah seorang alumni angkatan pertama tahun 1990 yang turut hadir adalah Luthfy Latief, yang saat ini menjabat Kepala Pusat Pengembangan Daya Saing Desa dan Daerah Tertinggal di Kementerian Desa dan PDT RI. Ia sangat mengapresiasi kehadiran dan kontribusi dari seluruh alumni kelas khusus.
"Alhamdulillah bisa bertemu kembali dengan teman-teman setelah berpisah 35 tahun, kami berasal dari SMA yang berbeda-beda di Sulawesi Selatan, tapi kami dipersatukan oleh satu tujuan yaitu menjadi SDM yang unggul untuk mewujudkan Indonesia emas," tuturnya.
Alumni lainnya yang juga hadir yakni dr Halik Malik, yang kini berkiprah di DKI Jakarta. Sebagai alumni kelas khusus BPG di tahun 2000-an, ia menyampaikan harapannya agar seluruh alumni khususnya generasi muda dapat mengoptimalkan situasi bonus demografi menuju Indonesia Emas tahun 2045.
"Sudah sepantasnya kalangan terpelajar dan profesional, seperti alumni kelas khusus yang kini tersebar di seluruh penjuru Tanah Air, untuk terpanggil melayani negeri, ayo padamu negeri kami mengabdi, mari kita wujudkan Indonesia Emas," ucapnya.
Kegiatan Silatnas ditutup dengan Gala Dinner yang digelar di Hotel Claro Kota Makassar, dimana diantaranya adalah kegiatan persembahan alumni, berbagi tali kasih dan Aksi Emas untuk guru.
Untuk diketahui, Balai Pelatihan Guru saat ini telah berganti nama menjadi Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 7/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan, dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional. (*)
05 Juni 2026 13:53
05 Juni 2026 11:37
05 Juni 2026 10:45
05 Juni 2026 10:31
05 Juni 2026 10:25
05 Juni 2026 10:36