Redaksi
Redaksi

Rabu, 08 Januari 2025 09:17

Indonesia Resmi Gabung BRICS: Babak Baru Peran RI di Panggung Global

Indonesia Resmi Gabung BRICS: Babak Baru Peran RI di Panggung Global

Pengumuman resmi disampaikan oleh pemerintah Brasil, Senin (6/1), yang menegaskan bahwa seluruh negara anggota BRICS sepakat menerima Indonesia sebagai anggota penuh pada tahun 2023.

BUKAMATANEWS - Indonesia kini resmi menjadi anggota penuh BRICS, forum ekonomi internasional yang diinisiasi oleh Rusia dan China. Keanggotaan ini memberikan peluang strategis bagi RI untuk memainkan peran lebih besar di kancah global.

Pengumuman resmi disampaikan oleh pemerintah Brasil, Senin (6/1), yang menegaskan bahwa seluruh negara anggota BRICS sepakat menerima Indonesia sebagai anggota penuh pada tahun 2023.

Kementerian Luar Negeri RI menyambut baik pencapaian ini dan menilai langkah ini akan memperkuat peran Indonesia dalam isu-isu global. Berikut adalah empat keuntungan geopolitik yang diharapkan dari keanggotaan Indonesia di BRICS:

1. Peluang Kerja Sama Lebih Luas
Keanggotaan di BRICS membuka jalan bagi Indonesia untuk memperluas kerja sama internasional, baik secara ekonomi maupun politik.

Menurut pengamat hubungan internasional Universitas Indonesia, Sya’roni Rofii, posisi Indonesia sebagai negara dengan doktrin politik bebas-aktif memberikan fleksibilitas untuk menjalin hubungan dengan berbagai kawasan.

BRICS adalah kekuatan ekonomi terbesar setelah G7. Selain itu, secara politik, dua anggota BRICS, yakni Rusia dan China, merupakan anggota Dewan Keamanan PBB,” ujar Sya’roni.

2. Media untuk Memperjuangkan Palestina
Indonesia dapat memanfaatkan BRICS sebagai platform untuk memperjuangkan agenda politik internasional, khususnya isu Palestina.

Pengamat menilai BRICS memiliki potensi untuk mengimbangi dominasi kekuatan Barat dalam tatanan dunia. Dengan semangat solidaritas Global South, BRICS diharapkan menjadi motor penggerak diplomasi di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan bahwa banyak agenda yang diperjuangkan BRICS selaras dengan visi Indonesia, termasuk mendukung kemerdekaan Palestina.

BRICS bisa menjadi alat penting untuk memperjuangkan kepentingan ekonomi sekaligus isu kemanusiaan, seperti kemerdekaan Palestina,” ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR pada Desember 2024.

3. Menjaga Keseimbangan Rivalitas AS-China
Keanggotaan Indonesia di BRICS juga berfungsi sebagai langkah strategis untuk menjaga keseimbangan geopolitik di tengah rivalitas antara Amerika Serikat dan China.

Pengamat geopolitik Yon Machmudi menilai Indonesia selama ini berupaya menjaga hubungan baik dengan kedua kekuatan besar tersebut. “Indonesia ingin menjaga keseimbangan, bekerja sama dengan China, tetapi tetap mempertahankan relasi baik dengan AS,” jelasnya.

4. Usung Semangat Solidaritas Konferensi Asia Afrika (KAA)
Yon juga menilai keanggotaan Indonesia di BRICS menghidupkan kembali semangat solidaritas negara-negara Selatan yang dulu digagas pada Konferensi Asia Afrika (KAA).

“KAA dulu bertujuan mempromosikan kerja sama ekonomi dan budaya Asia-Afrika serta menentang kolonialisme. Semangat ini selaras dengan visi BRICS yang inklusif dan mendukung tatanan dunia yang lebih adil,” ujar Yon.

Keanggotaan penuh Indonesia di BRICS bukan hanya sebuah pencapaian diplomatik, tetapi juga peluang strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah global. Dengan fokus pada kerja sama ekonomi, politik, dan isu global, Indonesia diharapkan mampu membawa manfaat besar bagi rakyatnya sekaligus berkontribusi dalam menciptakan dunia yang lebih adil dan inklusif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#brics #Indonesia

Berita Populer