Hujan dan Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Sejumlah Kendaraan di Jalan Tupai Makassar
01 Februari 2026 14:50
Data kunjungan wisata menunjukkan tren positif. Pada tahun 2023, tercatat 1.666 wisatawan asing mengunjungi Berau, sementara hingga September 2024, angka tersebut melonjak menjadi 2.186 wisatawan.
KALTIM, BUKAMATANEWS – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau terus berupaya mengembangkan pariwisata dengan berbagai strategi pemasaran demi menarik lebih banyak wisatawan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Disbudpar tetap menunjukkan komitmen tinggi untuk mempromosikan keindahan Berau.
Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir, mengungkapkan bahwa berbagai langkah telah dilakukan untuk memaksimalkan potensi wisata di Berau.
“Pemasaran pariwisata Kabupaten Berau sudah dilakukan. Sebisanya kami lakukan dengan anggaran yang ada,” ujar Ilyas.
Prestasi yang diraih menjadi bukti keberhasilan pemasaran tersebut. Pulau Derawan berhasil masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024, sementara Berau meraih Juara 1 Anugerah Bangga Berwisata di Indonesia (ABBWI) 2024.
“Ini bukti nyata. Namun, kami tetap terus menggenjot pemasaran. Fokusnya tidak hanya membuat orang tahu, tetapi juga memancing mereka untuk datang ke Berau,” tambahnya.
Strategi pemasaran mencakup promosi melalui berbagai media, seperti pemasangan baliho di sejumlah kota di Kalimantan Timur dan luar daerah, penggunaan videotron, serta keikutsertaan dalam pameran. Selain itu, Disbudpar juga melibatkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), duta wisata, hingga penyelenggaraan travel trip.
Data kunjungan wisata menunjukkan tren positif. Pada tahun 2023, tercatat 1.666 wisatawan asing mengunjungi Berau, sementara hingga September 2024, angka tersebut melonjak menjadi 2.186 wisatawan.
“Peningkatan ini luar biasa. Kami juga yakin jumlah wisatawan domestik tahun ini meningkat, dan retribusi yang masuk pun melonjak signifikan,” kata Ilyas.
Ke depan, Disbudpar Berau berencana memperluas jangkauan promosi dengan menyasar daerah-daerah baru melalui media transportasi, seperti kereta api di kota-kota besar seperti Surabaya, Jakarta, dan Yogyakarta.
“Selama ini, promosi banyak dilakukan ke orang yang sudah pernah ke Berau. Ke depan, kami ingin menyasar mereka yang belum pernah datang,” tegasnya.
Ilyas juga menyoroti dampak dari transisi pemecahan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menjadi dua entitas. Menurutnya, perubahan tersebut justru dapat menjadi peluang untuk mendapatkan perhatian lebih besar terhadap pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Berau.
“Dengan berpisahnya Kementerian, kami berharap perhatian terhadap Kabupaten Berau semakin besar, baik untuk pengembangan pariwisata maupun ekonomi kreatif,” pungkasnya.
Upaya ini menunjukkan komitmen kuat Disbudpar Berau dalam menjadikan Bumi Batiwakkal sebagai destinasi wisata unggulan di tingkat nasional maupun internasional.
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
31 Januari 2026 21:37
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 14:50