Redaksi
Redaksi

Minggu, 04 Agustus 2024 20:54

Dunia Internasional Mengutuk Pembunuhan Ismail Haniyeh di Iran: Negara-Negara Mayoritas Muslim Terbelah

Dunia Internasional Mengutuk Pembunuhan Ismail Haniyeh di Iran: Negara-Negara Mayoritas Muslim Terbelah

Arab Saudi sejauh ini belum mengeluarkan pernyataan resmi tentang pembunuhan Haniyeh. Sementara itu, Mesir, UEA, dan Bahrain hanya menyatakan keprihatinan atas peristiwa yang berpotensi menimbulkan ketegangan regional tersebut.

BUKAMATANEWS - Pembunuhan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, di Iran telah memicu gelombang kecaman internasional. Sejumlah negara berpenduduk mayoritas Muslim secara terang-terangan mengutuk aksi tersebut, termasuk Indonesia, Malaysia, Iran, Irak, Suriah, Aljazair, Qatar, Yordania, Oman, Yaman, Kuwait, Pakistan, dan Afghanistan.

Namun, tidak hanya negara Muslim yang mengecam tindakan ini. Negara-negara seperti China dan Rusia juga turut menyuarakan penolakan mereka terhadap pembunuhan yang diduga kuat dilakukan oleh Israel tersebut.

Sebaliknya, beberapa negara berpenduduk mayoritas Muslim lainnya seperti Mesir, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), dan Bahrain, belum memberikan pernyataan tegas mengenai insiden ini.

Dikutip dari Middle East Monitor pada Minggu (4/8/2024), Arab Saudi sejauh ini belum mengeluarkan pernyataan resmi tentang pembunuhan Haniyeh. Sementara itu, Mesir, UEA, dan Bahrain hanya menyatakan keprihatinan atas peristiwa yang berpotensi menimbulkan ketegangan regional tersebut.

Mesir dalam pernyataannya memperingatkan bahwa pembunuhan dan pelanggaran kedaulatan negara tersebut dapat memicu konflik regional. Namun, para pengamat mencatat bahwa pernyataan Mesir tidak secara langsung membahas pembunuhan Haniyeh dan tidak menyebutkan nama Haniyeh atau Iran sebagai lokasi kejadian.

Sementara itu, UEA mengeluarkan pernyataan singkat yang menyebut bahwa mereka "memantau dengan cermat perkembangan pesat di regional" dan menyatakan "keprihatinan mendalam atas eskalasi yang terus berlanjut dan dampaknya terhadap keamanan dan stabilitas di kawasan." UEA menekankan pentingnya menerapkan pengendalian diri dan kebijaksanaan maksimal untuk menghindari risiko meluasnya cakupan konflik.

Kementerian Luar Negeri Bahrain juga memperingatkan peningkatan eskalasi di kawasan dan dampaknya terhadap keamanan di Timur Tengah. Mereka meminta Dewan Keamanan PBB dan komunitas internasional untuk mendukung upaya negara-negara dalam mencegah eskalasi lebih lanjut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Ismail Haniyeh #Hamas