Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Dalam film ini ditayangkan konflik sosial yang lahir atas budaya turun temurun. Dimana uang panai dikenal sebagai syarat nikah yang harus ditanggung oleh pria untuk meminang perempuan.
MAKASSAR, BUKAMATA - Suku Bugis Makassar memiliki tradisi uang panai, yakni sejumlah uang yang wajib diberikan oleh calon suami kepada keluarga calon isteri yang digunakan sebagai biaya dalam resepsi perkawinan.
Kompleksitas permasalahan dan perjuangan seorang laki-laki Bugis Makassar dalam mempersiapkan uang panai untuk melamar gadis pujaannya, dikemas dengan apik dalam film bergenre Komedi, Uang Panai 2, yang akan ditayangkan di seluruh bioskop di Indonesia, mulai 8 Agustus 2024. Film ini disutradari Inda Nur, dan diproduksi oleh Finisia Production, Studio 786 Production, bersama Rumpi Entertainment.
Uang Panai 2 menceritakan kelanjutan Tumming dan Abu yang sukses menjodohkan Ancha dengan Risna pada tahun 2016. Delapan tahun berlalu, mereka mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang jasa. Perusahaan itu bernama Pattumbu alias Perusahaan Ancha, Tuming dan Abu, yang menjadi konsultan uang panaik.
"Uang Panai 2 ini menyajikan cerita yang lebih fresh. Film ini tetap setia dengan nyawa utamanya tentang perjuangan mengumpulkan Uang Panai, dalam budaya perkawinan Bugis-Makassar," kata Sutradara Uang Panai, Ihdar Nur, di sela-sela Prescon Uang Panai 2, di Kopi Teori, Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Rabu, 31 Juli 2024.
Ihdar menuturkan, dalam film ini juga ditayangkan konflik sosial yang lahir atas budaya turun temurun. Dimana uang panai dikenal sebagai syarat nikah yang harus ditanggung oleh pria untuk meminang perempuan. Semakin tinggi status pendidikan, hingga pekerjaannya perempuan maka semakin besar pula uang panai yang harus dibawa oleh pria.
Sementara, Penulis Skenario Uang Panai 2, Elvin Miradi, mengatakan, pada film ini juga mengangkat pesan moral tentang karakter lelaki Bugis-Makasaar. Seperti, lelaki yang digambarkan kuat bekerja. Termasuk makna positif bahwa uang panai yang mahal akan mengajarkan tanggungjawab dari laki-laki untuk menafkahi perempuan sebelum dan setelah menikah, dan bukan juga menjadi penghalang pernikahan.
Peluncuran film ini diharapkan akan membawa semangat baru dalam perfilman Kota Makassar, serta memacu kreatifitas anak muda Makassar untuk berkarya. (*)
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 17:46