BONE, BUKAMATANEWS - Seorang karyawan Alfamart di Kabupaten Bone menjadi korban teror bom yang dilakukan oleh seorang orang tak dikenal. Informasi yang berhasil dihimpun, pelaku selalu menghubungi nomor telepon yang tertera pada struk pembelian.
Korban Riska, mengaku selalu mendapatkan teror melalui telepon. Bahkan, peneror menakut-nakutinya bahwa ada bom yang telah dipasang di toko tersebut.
"Pelaku selalu menelepon ke nomor kantor, dan terkadang tidak ada suara. Sekali-kali dia juga bilang menyimpan bom di dekat toko," ujar Riska.
Teror tidak hanya dirasakan oleh Riska, pegawai lainnyaUlfa juga mengaku sering mendapatkan teror melalui telepon dengan mengataan ada bom.
Riska mengaku tak hanya dirinya yang mendapatkan teror, tetapi juga rekan kerjanya bernama Ulfa. Peneror menelepon dengan menyampaikan akan ada bom meledak.
"Lari memang mi, karena tertimbunki itu, hancur Alfa mar, lari memangmi dari situ," katanya sambil menirukan suara peneror.
Hingga berita ini diturunkan belum diketahui pasti identitas pelaku dan motifnya melakukan teror. Namun informasi yang yang dihimpun bahwa pelaku saat ini sudah berhasil diamankan dan masih sementara pemeriksaan.
Sementara korban Riska hingga saat ini masih berada di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bone untuk melaporkan kejadian teror tersebut.
(Choys)
BERITA TERKAIT
-
CCTV di Lokasi Dugaan Penganiayaan oleh Ketua DPRD Bone Rusak, Polisi Lanjut Periksa Saksi
-
Ketua DPRD Bone Terlapor Kasus Penganiayaan, Beda Versi Keterangan Saksi dan Korban
-
Operator Alat Berat di Bone Tewas Tertimbun Longsoran Batu dan Tanah Saat Lakukan Pengerukan
-
Ketua DPRD Bone Dilaporkan ke Polisi, Dugaan Penganiayaan terhadap Staf Berawal dari Persoalan Sisa Konsumsi
-
Teror Bom Ganggu Hari Pertama MPLS di SDN Srengseng Sawah 15, Gegana dan Densus 88 Sterilisasi Sekolah