Redaksi
Redaksi

Senin, 13 Juli 2026 12:41

Teror Bom Ganggu Hari Pertama MPLS di SDN Srengseng Sawah 15, Gegana dan Densus 88 Sterilisasi Sekolah

Teror Bom Ganggu Hari Pertama MPLS di SDN Srengseng Sawah 15, Gegana dan Densus 88 Sterilisasi Sekolah

Dalam isi pesan tersebut, pelaku mengklaim telah memasang bom di 11 titik berbeda di lingkungan SDN Srengseng Sawah 15. Ancaman itu sontak memicu kewaspadaan pihak sekolah yang segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian.

JAKARTA, BUKAMATANEWS – Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026), mendadak berubah menjadi situasi mencekam setelah sekolah menerima ancaman bom melalui pesan WhatsApp.

Ancaman tersebut membuat kegiatan belajar mengajar yang baru saja dimulai terpaksa dihentikan sementara. Aparat kepolisian bergerak cepat dengan mengerahkan personel dari Tim Gegana Brimob dan Densus 88 Antiteror untuk melakukan sterilisasi serta penyisiran di seluruh area sekolah.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan laporan mengenai ancaman bom diterima polisi sekitar pukul 07.30 WIB atau sesaat setelah rangkaian kegiatan pembukaan MPLS dimulai.

Saat itu, para guru bersama ratusan siswa tengah mengikuti upacara hari pertama sekolah sehingga pesan ancaman yang masuk melalui aplikasi WhatsApp baru diketahui beberapa saat kemudian.

"Laporannya sekitar setengah delapan pagi. Saat itu guru dan siswa sedang mengikuti upacara pembukaan MPLS. Setelah pesan WhatsApp dibaca, kami bersama camat dan lurah langsung menuju lokasi," ujar Nurma.

Pesan ancaman diketahui dikirim secara pribadi kepada seorang guru kelas 1 serta staf tata usaha sekolah.

Dalam isi pesan tersebut, pelaku mengklaim telah memasang bom di 11 titik berbeda di lingkungan SDN Srengseng Sawah 15. Ancaman itu sontak memicu kewaspadaan pihak sekolah yang segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian.

Tak lama berselang, Tim Gegana dan Densus 88 tiba di lokasi untuk melakukan prosedur sterilisasi sesuai standar penanganan ancaman bahan peledak. Seluruh area sekolah diperiksa secara menyeluruh guna memastikan tidak ada benda mencurigakan yang dapat membahayakan keselamatan siswa maupun tenaga pendidik.

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan tidak ditemukan adanya bahan peledak maupun benda yang mengarah pada ancaman tersebut.

"Ini sudah dicek oleh Gegana dan Densus 88. Hasilnya nihil, tetapi proses penyisiran masih terus dilakukan untuk memastikan kondisi benar-benar aman," kata Nurma.

Meski demikian, aparat kepolisian tetap meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas pengirim pesan ancaman tersebut. Polisi juga menelusuri nomor WhatsApp yang digunakan pelaku serta motif di balik aksi teror yang sempat mengganggu jalannya kegiatan MPLS.

Insiden ini menjadi perhatian serius karena terjadi pada momentum hari pertama sekolah, saat para siswa baru tengah menjalani proses adaptasi di lingkungan pendidikan. Aparat memastikan pengamanan akan terus dilakukan hingga situasi benar-benar dinyatakan kondusif dan aktivitas belajar mengajar dapat kembali berlangsung dengan aman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#teror bom #Gegana

Berita Populer