PSM Makassar Siap Tantang Persis Solo di Manahan: Trucha Lakukan Rotasi, Abu Kamara Starter
29 November 2025 19:07
seminar ini adalah hasil kolaborasi antara STIT dan Universitas Paramadina dengan tujuan melestarikan aktivitas positif di lingkungan akademik dan memantik daya kritis mahasiswa
BEKASI, BUKAMATANEWS - Diskusi tentang pembaruan pemikiran Islam di Indonesia kembali menjadi sorotan penting dalam Seminar Nasional bertajuk "Pembaruan Pemikiran Islam di Indonesia" yang digelar di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Marhalah Al-‘Ulya, Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (16/5/2024). Acara ini menggarisbawahi pentingnya mendorong mahasiswa untuk mendalami pembaruan Islam yang telah lama berkembang di Indonesia.

Wakil Dekan Fakultas Falsafah dan Peradaban Universitas Paramadina, Fuad Mahbub Siraj, Ph.D., dalam sambutannya menegaskan relevansi tema tersebut. “Tema ini dipilih karena Universitas Paramadina sangat akrab dengan isu pembaruan Islam dan perbincangan mengenai pembaruan ini masih sangat relevan dengan keseharian kita di Indonesia hari ini,” ujar Fuad.
Ketua STIT Al-Marhalah Al-’Ulya, Dr. Muhammad Aiz, M.H., menekankan bahwa berpikir kritis adalah perintah agama yang tercantum dalam al-Quran. “Umat Islam harus menjalani perintah berpikir ini bukan hanya demi kemaslahatan dalam beragama, tetapi juga untuk kemajuan bangsa. Dengan berpikir, kita akan membuka cakrawala menjadi lebih progresif untuk kemajuan Islam dan bangsa Indonesia,” tegas Aiz.
Dr. Sunaryo, Direktur Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Paramadina, menambahkan bahwa seminar ini adalah hasil kolaborasi antara STIT dan Universitas Paramadina dengan tujuan melestarikan aktivitas positif di lingkungan akademik dan memantik daya kritis mahasiswa. “Kita perlu merawat hal-hal lama yang baik dan mengambil aspek-aspek baru yang lebih baik untuk kebaikan kita bersama di masa depan,” ungkapnya.
Acara ini dihadiri oleh Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Hadi Winarno, M.Pd., Direktur Paramadina Institute of Ethics and Civilization (PIEC), Pipip A. Rifai Hasan, Ph.D., serta Dr. Aan Rukmana, Dosen Prodi Falsafah dan Agama, sebagai pembicara. Diskusi dimoderatori oleh Gorbi Saputra, mahasiswa STIT Al-Marhalah, dan dihadiri oleh dosen, mahasiswa, serta siswa-siswi Madrasah Aliyah Annida Al Islamy.
Hadi Winarno menegaskan bahwa pembaruan pemikiran adalah langkah penting untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia. “Salah satu pembaruan terpenting di bidang pendidikan adalah penegasan pada Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional bahwa pendidikan berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pembaruan bukan hal asing di Indonesia, tinggal bagaimana kita merawatnya,” jelasnya.
Hadi juga mendorong umat Islam untuk memberi perhatian besar pada pembaruan pemikiran di bidang pendidikan, termasuk mengubah cara berpikir siswa dan mahasiswa. “Murid dan mahasiswa harus dilatih untuk bertanya, mempertanyakan sesuatu, mengajak berpikir, dan memberikan alasan mengapa materi yang diajarkan demikian adanya,” tambahnya.
Dr. Aan Rukmana menyoroti bahwa Islam sangat mendukung kemajuan dan pengembangan ilmu pengetahuan, dibuktikan dengan firman Tuhan pertama yang berbunyi “iqra” yang memerintahkan untuk berpikir dan melakukan penelitian ilmiah. Pipip A. Rifai Hasan menegaskan bahwa Islam sejak awal kehadirannya memiliki tradisi penelitian dan warisan ilmiah yang kaya. “Fakta ini merupakan modal yang membanggakan yang seharusnya mendorong umat Islam untuk merawat dan mengembangkan apa yang telah ada di masa silam,” ujarnya.
Direktur PIEC Paramadina tersebut menekankan pentingnya menghadirkan pendidikan yang mendorong mahasiswa untuk berpikir maju dan terbuka. Ia berharap STIT Al-Marhalah dan Universitas Paramadina dapat berkontribusi dalam mendorong keterbukaan berpikir dan memantik daya kritis di kalangan mahasiswa.
29 November 2025 19:07
29 November 2025 18:30
29 November 2025 17:11
29 November 2025 09:50
29 November 2025 11:25
29 November 2025 16:15
29 November 2025 12:27
29 November 2025 13:56