BUKAMATA - Gubernur Maryland Wes Moore mengatakan enam orang masih hilang setelah jembatan Baltimore, di Amerika Serikat (AS), runtuh, pada Selasa (26/3/24). Upaya pencarian dan penyelamatan terus berlanjut.
"Tidak ada satu pun sumber daya yang akan kami tunda untuk dikerahkan," kata Moore dalam konferensi pers, dikutip dari CNN, Rabu (27/3/24).
Moore menyebut pihaknya mengerahkan sumber daya udara, darat dan laut untuk membantu upaya pencarian dan penyelamatan para korban.
"Ini tidak akan singkat, ini akan menjadi jalan yang panjang," ujarnya.
Menurutnya, kerja cepat pihak berwenang dalam menutup jembatan telah menyelamatkan banyak nyawa.
"Akan ada jalan yang panjang, tidak hanya saat kita melakukan pencarian dan penyelamatan. Jalannya masih panjang ketika kita berbicara tentang seperti apa masa depan kawasan ini, masa depan kawasan ini," katanya.
Runtuhnya jembatan Baltimore akan berdampak serius pada rantai pasokan, kata Menteri Transportasi Pete Buttigieg.
"Tidak ada keraguan bahwa ini akan menjadi dampak besar dan berkepanjangan terhadap rantai pasokan. Terlalu dini untuk memberikan perkiraan mengenai apa yang diperlukan untuk membersihkan saluran dan membuka kembali pelabuhan," kata Buttigieg.
BERITA TERKAIT
-
Dari 3 Benua: 34 Tim Nasional Siap Berlaga di Piala Dunia 2026
-
Kirim 200 Surat Tarif Impor ke Mitra Dagang, Trump Tutup Ruang Negosiasi Ulang
-
Negosiasi Tarif, Indonesia Tekankan 5 Hal Ini ke Amerika Serikat
-
QRIS & GPN Disoroti dalam Negosiasi Dagang dengan Pemerintah AS
-
China Desak AS Batalkan Semua Kebijakan Tarif: Mari Kembali ke Jalan yang Benar