Operasi SAR Pesawat ATR 42-500 di Pegunungan Bulusaraung Resmi Ditutup
23 Januari 2026 23:27
Jumlah utang ini naik sebesar Rp108,4 triliun dibandingkan utang di Desember 2023, yakni sebesar Rp8.144,69 triliun.
BUKAMATA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat utang pemerintah naik menjadi Rp8.253,09 triliun per Januari 2024.
Jumlah utang ini naik sebesar Rp108,4 triliun dibandingkan utang di Desember 2023, yakni sebesar Rp8.144,69 triliun.
Adapun rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) masih di bawah batas aman 60 persen. Rasio utang per Januari 2024 berada di level 38,75 persen.
"Rasio utang ini juga serta lebih baik dari yang telah ditetapkan melalui Strategi Pengelolaan Utang Jangka Menengah 2024-2027 di kisaran 40 persen," begitu isi laporan Kemenkeu dalam Buku APBN KiTA, dilansir Sabtu (2/3/24).
Utang pemerintah pada Januari 2024 didominasi oleh surat berharga negara (SBN), yakni sebesar 88,19 persen atau Rp7.278,03 triliun.
Lalu sisanya pinjaman yang mencakup 11,81 persen atau sebesar Rp975,06 triliun.
Secara rinci, utang SBN terdiri dari SBN domestik sebesar Rp5.873,38 triliun dan SBN Valas atau mata uang asing sebesar Rp1.404,65 triliun
Rinciannya, SBN domestik terbagi atas Surat Utang Negara (SUN) sebesar Rp4.741,85 triliun dan SBN Syariah sebesar Rp1.131,54 triliun.
Sementara, SBN Valas terbagi atas SUN sebesar Rp1.058,17 triliun dan SBN Syariah sebesar Rp346,49 triliun.
Selanjutnya, utang dari pinjaman terdiri dari pinjaman dalam negeri sebesar Rp36,23 triliun dan pinjaman luar negeri sebesar Rp938,83 triliun.
"Pemerintah senantiasa mengelola utang secara cermat dan terukur dengan memperhatikan komposisi mata uang, suku bunga, maupun jatuh tempo yang optimal," tulis Kemenkeu.
23 Januari 2026 23:27
23 Januari 2026 21:14
23 Januari 2026 20:03
23 Januari 2026 19:57
23 Januari 2026 18:51