BUKAMATA - Bank Indonesia (BI) bersiap untuk meningkatkan jumlah uang kartal pada awal tahun 2024, menghadapi dua event besar di Indonesia, yakni Pemilihan Umum (Pemilu) dan bulan Ramadan beserta Idul Fitri. Deputi Gubernur BI, Doni P. Joewono, mengungkapkan rencana ini dalam konferensi pers baru-baru ini.
Menurut Doni, total uang kartal yang akan disiapkan oleh BI pada awal tahun 2024 diperkirakan akan mencapai lebih dari Rp 260 triliun. Doni menjelaskan bahwa peningkatan ini bisa mencapai 3% hingga 5% dibandingkan dengan awal tahun 2023.
“Kami akan menyiapkan uang kartal lebih banyak. Bisa lebih tinggi 3% hingga 5% dari tahun lalu. Ancer-ancernya, di atas Rp 260 triliun,” ungkap Doni.
Peningkatan ini sejalan dengan adanya dua event besar pada awal tahun 2024, yakni Pemilu dan bulan Ramadan beserta Idul Fitri. Doni menegaskan bahwa BI berjaga-jaga mengingat realisasi penarikan uang kartal selama periode Natal dan Tahun Baru 2023 melampaui perkiraan BI.
Realisasi penarikan uang kartal selama periode Natal dan Tahun Baru 2023 mencapai Rp 130 triliun, naik 10,7% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sebelumnya, BI memperkirakan realisasi penarikan uang kartal hanya akan mencapai Rp 104 triliun.
“Ini belum pernah terjadi. Padahal biasanya, realisasi penarikan uang kartal selalu di bawah proyeksi kami. Namun, Natal dan Tahun Baru 2023, di atas proyeksi,” tambah Doni.
Bank Indonesia berkomitmen untuk memastikan ketersediaan uang kartal yang cukup untuk mendukung kebutuhan masyarakat selama periode yang padat transaksi ini.
BERITA TERKAIT
-
KKI 2026 Berakhir, UMKM Sulsel Catat Transaksi Rp1 Miliar Lebih
-
KKI 2026 Sulsel Catat Potensi Pembiayaan Rp285 Miliar, Ekspor UMKM Rp380 Juta
-
BI dan BOTASUPAL Sulsel Musnahkan 4.144 Lembar Uang Palsu Temuan Januari 2025 - Mei 2026
-
Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI yang Diusul Presiden Prabowo ke DPR
-
Perluas Akses Pasar Produk Unggulan Daerah, BI Sulsel Gelar KKS X, SSDF, dan Wastra Heritage Market 2026