Hikmah : Sabtu, 06 Januari 2024 10:14

BUKAMATA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) memberikan respons terhadap protes yang diajukan oleh calon wakil presiden nomor urut 1, Muhaimin Iskandar (Cak Imin ) terkait dua panelis debat yang berasal dari Universitas Pertahanan.

Ketua KPU, Hasyim Asy'ari, menegaskan keyakinannya bahwa semua panelis yang dipilih memiliki integritas yang terjaga dan objektivitas yang tidak akan terganggu.

Dalam konferensi pers di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Jumat 5 Januari 2024,  Hasyim menyatakan pihaknya meyakini bahwa para panelis memiliki  punya kapasitas dan integritas akademik yang dijaga atau dipertahankan.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa seluruh hal terkait panelis, termasuk keahlian dan institusi asal, telah dibahas dalam rapat bersama tim dari ketiga pasangan calon dan media penyelenggara yang dilaksanakan pada Kamis4 Januari 2024.

Komisioner KPU, August Mellaz, menambahkan bahwa pemilihan panelis didasarkan pada kualifikasi kompetensi dan latar belakang mereka sesuai dengan tema debat ketiga.

"Memang sesuai dengan tema yang kita tetapkan di debat ketiga," ujar Mellaz.

Sebelumnya, Muhaimin Iskandar menyampaikan protes terhadap dua panelis debat ketiga Pilpres 2024 karena berasal dari Universitas Pertahanan (Unhan), yang diketahuinya berada di bawah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, yang juga merupakan salah satu kandidat calon presiden.

Muhaimin mengungkapkan keinginannya agar panelis tersebut diganti Namun hal tersebut tidak dikabulkan oleh KPU. 

Berikut adalah daftar 11 panelis yang bertugas dalam Pilpres 2024:

  1. Angel Damayanti (Guru Besar Bidang Keamanan Internasional Fisipol Universitas Kristen Indonesia)
  2. Curie Maharani Savitri (Dosen Hubungan Internasional, ahli kajian industri pertahanan dan alih teknologi Universitas Binus)
  3. Evi Fitriani (Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia)
  4. Hikmahanto Juwana (Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia dan Rektor Universitas Jenderal Ahmad Yani)
  5. I Made Andi Arsana (Ahli Aspek Geospasial Hukum Laut Universitas Gadjah Mada)
  6. Ian Montratama (Dosen Program Studi Hubungan Internasional Ahli Keamanan dan Pertahanan Universitas Pertamina)
  7. Irine Hiraswari Gayatri (Peneliti Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional)
  8. Kusnanto Anggoro (Pakar Keamanan Universitas Pertahanan)
  9. Laksamana TNI (Purn) Marsetio (KSAL 2012-2014 dan Ketua Dewan Guru Besar Universitas Pertahanan)
  10. Philips J. Vermonte (Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Internasional Indonesia dan Senior Fellow CSIS)
  11. Widya Setiabudi Sumadinata (Guru Besar Bidang Keamanan Global Universitas Padjadjaran)