BUKAMATA - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, menyatakan kesiapannya untuk menjadi saksi meringankan bagi Firli Bahuri dalam kasus dugaan pemerasan eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.
"Saya bersedia menjadi saksi yang meringankan tersebut atas permintaan Pak Firli," ungkap Yusril pada Jumat 29 Desember 2023 seperti dilansir dari kompas.com.
Yusril meminta penyidik untuk memanggilnya setelah tanggal 3 Januari 2024, karena saat ini beliau berada di luar negeri, tepatnya di Jepang dan akan melanjutkan perjalanan ke Filipina.
Dalam sidang praperadilan, Yusril sebelumnya menjadi saksi ahli yang dihadirkan oleh Firli.
Berdasarkan pengalaman itu, Yusril bersedia menjadi saksi meringankan dalam pemeriksaan polisi, menggantikan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata yang sebelumnya menolak menjadi saksi meringankan.
Hingga saat ini, Firli Bahuri telah mencantumkan empat nama saksi meringankan, di mana dua di antaranya telah diperiksa oleh polisi, satu belum memenuhi panggilan, dan satu lainnya adalah Yusril Ihza Mahendra.
Polisi telah melakukan tiga kali pemeriksaan terhadap Firli sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terhadap eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada tanggal 1 Desember 2023, 6 Desember 2023, dan 27 Desember 2023.
Firli diduga memeras Syahrul Yasin Limpo terkait perkara korupsi di Kementerian Pertanian pada tahun 2021.
BERITA TERKAIT
-
Polisi Akan Jemput Paksa Firli Bahuri Usai 2 Kali Mangkir
-
Absen Lagi: Firli Bahuri Pilih Pengajian Rutin daripada Pemeriksaan Polisi
-
Setahun Tanpa Penahanan, Firli Bahuri Kembali Dipanggil sebagai Tersangka
-
Soal Kasus Firli Bahuri Dikabarkan Mandek, Polri Angkat Suara
-
Yusril Ihza Mahendra Pimpin Tim Pembela Prabowo-Gibran: Persiapan Hadapi Sengketa Pilpres 2024