Hikmah : Sabtu, 23 Desember 2023 11:51

BUKAMATA - Pihak asing ikut memantau perkembangan politik di Indonesia, khususnya terkait Pilpres 2024.

Perusahaan riset pasar Australia, Roy Morgan, merilis hasil surveinya yang memproyeksikan bahwa Pilpres 2024 akan melibatkan dua putaran.

Survei tersebut melibatkan 2.630 pemilih dan dilakukan pada bulan Juli-September 2023.

Hasil survei menunjukkan bahwa belum ada pasangan calon yang mampu meraih elektabilitas lebih dari 50%, sehingga Pilpres diperkirakan akan menggelar dua putaran.

Ganjar Pranowo disebut sebagai calon terunggul dengan perolehan 38%, diikuti oleh Prabowo Subianto dengan 30%, dan Anies Baswedan di urutan ketiga dengan 25%.

Pada tingkat regional, Ganjar memimpin di Pulau Jawa dengan dukungan 41%, sementara di Pulau Sumatra terjadi persaingan ketat antara Prabowo (33%) dan Ganjar (33%).

Menteri Pertahanan Prabowo unggul di Sulawesi (42%) dan Kalimantan (30%), masing-masing dihadapi oleh Ganjar (33% di Sulawesi dan 25% di Kalimantan).

Jajak pendapat juga mencermati dukungan partai politik, di mana PDIP unggul dengan 34,5%, diikuti oleh Gerindra dengan 16,5%. Partai Demokrat berada di peringkat ketiga dengan 12%, disusul oleh PKS (10%), Golkar (8%), dan PKB (5%).

Michele Levine, CEO Roy Morgan, menyatakan bahwa PDIP dan Ganjar mungkin menjadi pemenang pemilu, tetapi keberlanjutan kebijakan Presiden Jokowi menjadi faktor penting.

Namun, perlu dicatat bahwa survei dilakukan sebelum tiga pasangan calon utama resmi mendaftar ke KPU pada Oktober 2023.

Pemilihan calon wakil presiden (cawapres) diharapkan memengaruhi dinamika pemilu. Dengan mendaftar ke KPU, pasangan Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud telah mengukuhkan persaingan di Pilpres 2024.