Milisi Houthi " Bajak Laut" Pendukung Palestina, Ancam Terus Serang Kapal Terkait Israel di Laut Merah
Houthi bersikeras untuk melanjutkan operasi sahnya dalam mendukung Gaza.
BUKAMATA - Milisi Houthi di Yaman mengancam akan terus melakukan serangan terhadap kapal-kapal yang berhubungan dengan Israel yang melintasi Laut Merah.
Amerika Serikat yang mengumumkan pembentukan koalisi dengan sembilan negara lainnya sebagai respons terhadap serangkaian serangan atas kapal induk dan kapal tanker di Laut Merah. Namun kelompok bersenjata ini tidak peduli dengan Koalisi tersebut.
Kepala perunding dan juru bicara Houthi, Mohammed Abdel-Salam, menyatakan bahwa koalisi yang dibentuk oleh AS bertujuan untuk melindungi Israel dan memiliterisasi laut tanpa pembenaran apa pun.
Meskipun demikian, Houthi bersikeras untuk melanjutkan operasi sahnya dalam mendukung Gaza.
"Sikap yang diambil oleh kelompok pemberontak yang didukung Iran bukanlah unjuk kekuatan atau tantangan bagi siapa pun," kata Abdel-Salam, menegaskan bahwa siapa pun yang memperluas konflik harus bertanggung jawab atas tindakannya.
Sebelumnya, Houthi telah menyatakan niatnya menargetkan kapal yang menuju Israel atau terkait dengan Zionis.
Dampak serangan Houthi terhadap kapal-kapal telah membuat beberapa perusahaan pelayaran global, termasuk CMA CGM Prancis, Hapag-Lloyd Jerman, dan A.P Moller-Maersk Denmark, menghentikan penggunaan rute Laut Merah.
Pembentukan koalisi oleh AS dan sembilan negara lainnya, dikenal sebagai "Inisiatif Keamanan Multinasional," bertujuan untuk melawan serangan Houthi di Laut Merah.
Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, menyebut koalisi ini sebagai upaya untuk memastikan kebebasan navigasi dan memperkuat keamanan serta kemakmuran di kawasan tersebut.
Koalisi 10 negara yang tergabung dalam "Inisiatif Keamanan Multinasional" ini mencakup AS, Inggris, Bahrain, Kanada, Prancis, Italia, Belanda, Norwegia, Seychelles, dan Spanyol.
News Feed
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Sungai Balampangi Penghubung Sinjai - Bulukumba
31 Januari 2026 21:37
