Tuntut Pemekaran, Begini Kemampuan Fiskal Empat Daerah di Luwu Raya
01 Februari 2026 10:33
Cabai rawit menjadi yang paling tinggi mengalami kenaikan yakni mencapai Rp170 ribu per kilogram untuk yang dijual bersih atau tanpa tangkai.
BUKAMATA - Kelang Nataru, kenaikan terjadi untuk semua jenis bahan makanan di pasar, termasuk cabai. Jenis cabai-cabaian mengalami peningkatan harga drastis.
Cabai rawit menjadi yang paling tinggi mengalami kenaikan yakni mencapai Rp170 ribu per kilogram untuk yang dijual bersih atau tanpa tangkai. Sedangkan yang bertangkai harganya tembus Rp120 ribu per kilo.
Kenaikan harga itu terbilang signifikan karena biasanya komoditi pertanian tersebut hanya seharga Rp70 ribu sampai Rp90 ribu per kilogram.
Pedagang di Pasar Masomba mengatakan kenaikan harga sudah biasa terjadi jika menjelang hari besar keagamaan. Namun diakui kenaikan yang terjadi ejak sepekan kali ini tergolong tinggi bahkan dikhawatirkan terus naik.
"Kalau sekarang harganya sudah Rp170 ribu, sampai Natal nanti harganya bisa menjadi Rp200 ribu," kata salah satu pedagang di Pasar Masomba Palu, Marwatia, dilansir Liputan6, Minggu (17/12/2023).
Pasokan dari petani yang berkurang disebut para pedagang menjadi salah satu naiknya harga cabai.
Sementara itu para pembeli mengaku terbebani dengan naiknya harga cabai. Terlebih komoditi itu merupakan salah satu yang wajib ada di dapur dan merupakan belanjaan rutin.
Mereka berharap ada intervensi pasar yang dilaiukan pemerintah maupun otoritas terkait lainnya. Terlebih saat ini komoditi lain di pasar juga mengalami kenaikan salah satunya beras.
"Kalau bisa segera turun harganya supaya kami tidak makin terbebani," kata Siti, salah satu pembeli di Pasar Masomba Palu.
Berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag RI, per tanggal 14 Desember harga cabai di Sulawesi Tengah tercatat yang tertinggi ke-2 se-Indonesia.
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
31 Januari 2026 21:37
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 10:33