BUKAMATA - Menjelang Pemilihan Presiden 2024, hasil survei Litbang Kompas pada 29 November-4 Desember 2023 mengungkapkan fakta menarik bahwa sebanyak 28,7 persen responden masih belum menentukan pilihan atau disebut sebagai undecided voters.
Berdasarkan keterangan dari peneliti Litbang Kompas, Bambang Setiawan, jumlah pemilih yang masih ragu-ragu menetapkan pilihannya kepada pasangan capres-cawapres, yang mencapai angka 28,7 persen katanya.
Persentase ini hampir sama dengan angka massa mengambang pada pilihan terhadap capres (tanpa pasangan) yang mencapai 24,9 persen. Data ini menunjukkan tingginya tingkat ketidakpastian di antara pemilih menjelang pesta demokrasi 2024.
Survei Litbang Kompas mencatat bahwa angka massa mengambang pada pilihan capres ini melonjak signifikan dari 15,4 persen pada Agustus 2023.
"Kalangan yang termasuk ke dalam kelompok undecided voters ini adalah mereka yang belum punya ikatan ideologis ataupun kedekatan emosional terhadap sosok atau pasangan tertentu, belum tahu siapa yang akan dipilih, dan masih sangat rentan berubah pilihan," tulis Bambang.
Menurut survei, kebanyakan dari undecided voters adalah bekas pemilih Joko Widodo-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019, sebagian lain adalah mereka yang tidak menggunakan haknya atau merahasiakan pilihannya pada pemilu lalu.
Penting untuk dicatat bahwa mayoritas undecided voters berada dalam rentang usia 41-60 tahun, dengan persentase mencapai 44,3 persen, lebih tinggi dari persentase populasi kelompok ini yang sekitar 36 persen. Selain itu, survei menunjukkan bahwa 54,2 persen dari kelompok ini adalah perempuan, banyak yang tinggal di pedesaan, dan memiliki tingkat pendidikan dasar.
Wilayah Jawa Timur menjadi fokus utama dalam perebutan pengaruh antara Muhaimin Iskandar dan Mahfud MD, terutama di kalangan warga Nahdlatul Ulama (NU) yang menunjukkan tingkat kebimbangan paling tinggi. "Kelompok pemilih bimbang di atas dapat menjadi penentu, apakah pilpres akan berlangsung satu putaran atau dua putaran," tulis Litbang Kompas.
Dalam hal elektabilitas, survei ini menunjukkan bahwa pasangan nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming, memiliki elektabilitas tertinggi sebesar 39,3 persen. Prabowo-Gibran unggul cukup jauh dibandingkan dengan pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (16,7 persen) dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD (15,3 persen).
Survei ini melibatkan 1.364 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi di Indonesia. Metode tersebut memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error kurang lebih 2,65 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana. Survei ini sepenuhnya dibiayai oleh Harian Kompas.
BERITA TERKAIT
-
298 Legislator Terpilih PKB di Sulawesi dan Papua Ikuti Sekolah Pemimpin
-
45 Caleg Terpilih DPRD Bone Resmi Dilantik
-
Konsolidasi Organisasi Pasca Pemilu 2024, Partai Gelora Gelar Workshop Kaderisasi
-
Diduga Perintahkan PPK Gelembungkan Suara Caleg, Ketua KPU Bone: Silakan ke Bawaslu
-
KPU Makassar Hanya Targetkan 65 Persen Partisipasi Pemilih di Pilwalkot