Hikmah
Hikmah

Kamis, 30 November 2023 13:04

Pneumonia pada Anak Mawabah di China, Kemkes RI Minta Masyarakat Tetap Tenang

Pneumonia pada Anak Mawabah di China, Kemkes RI Minta Masyarakat Tetap Tenang

Dr. Imran menjelaskan bahwa pneumonia yang saat ini merebak di Tiongkok pada prinsipnya sama dengan pneumonia yang terjadi di masyarakat pada umumnya, yaitu disebabkan oleh infeksi bakteri.

BUKAMATA -Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk tetap tenang menghadapi penyebaran pneumonia yang saat ini mengancam beberapa negara, termasuk Tiongkok dan Eropa.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, dr. Imran Pambudi, menekankan pentingnya kewaspadaan terutama bagi mereka yang melakukan perjalanan ke luar negeri.

"Sebutlah setahun untuk meng-cover kebutuhan itu hanya butuh 2% saja kita konsumsi capital. Maka bisa saya sampaikan sampai 5 tahun ke depan, berapapun laba BRI harus dibagi dalam bentuk dividen," ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip Kamis 30 November 2023.

Pada saat yang sama, Tiongkok melaporkan penyebaran pneumonia yang didominasi pada anak-anak.

Dr. Imran menjelaskan bahwa pneumonia yang saat ini merebak di Tiongkok pada prinsipnya sama dengan pneumonia yang terjadi di masyarakat pada umumnya, yaitu disebabkan oleh infeksi bakteri.

Namun, berdasarkan laporan epidemiologi, kebanyakan kasus pneumonia di Tiongkok disebabkan oleh mycoplasma pneumoniae.

Kementerian Kesehatan RI telah mengambil langkah-langkah mitigasi untuk mengantisipasi penyebaran mycoplasma pneumonia di Indonesia.

Surat Edaran Nomor: PM.03.01/C/4632/2023 yang diterbitkan oleh Kemenkes RI memuat sejumlah langkah antisipasi yang harus dilakukan oleh seluruh jajaran kesehatan.

Upaya mitigasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan komitmen dari seluruh masyarakat.

Dr. Imran menegaskan beberapa langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengantisipasi penularan pneumonia di Indonesia, antara lain melakukan vaksin, menjaga jarak dengan orang sakit, memastikan ventilasi yang baik, menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan segera mencari bantuan medis jika mengalami gejala seperti batuk dan kesulitan bernapas.

Kementerian Kesehatan RI mengimbau agar seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dan pintu masuk negara melaporkan temuan kasus pneumonia melalui saluran yang disediakan.

"Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, dr. Siti Nadia Tarmizi,

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pneumonia misterius #kemkes

Berita Populer