Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Pada dasarnya, penyakit yang disebabkan oleh bakteri mycoplasma tidak jauh berbeda dengan pneumonia pada umumnya, termasuk gejala yang muncul.
BUKAMATA - Pertanyaan mengenai perbedaan antara pneumonia biasa dan infeksi akibat bakteri mycoplasma masih mengemuka di tengah masyarakat.
Sebanyak enam kasus pneumonia pada anak-anak yang disebabkan oleh bakteri mycoplasma telah terdeteksi di Jakarta.
Bakteri ini menjadi perbincangan luas karena diduga berhubungan dengan lonjakan penyakit misterius pada anak-anak di China.
Pada dasarnya, penyakit yang disebabkan oleh bakteri mycoplasma tidak jauh berbeda dengan pneumonia pada umumnya, termasuk gejala yang muncul.
Dokter Spesialis Paru RSUP Persahabatan, Erlina Burhan, menjelaskan bahwa pneumonia akibat bakteri mycoplasma bukanlah penyakit baru. Bakteri yang menyebabkan peradangan akut pada paru-paru telah ditemukan sejak periode 1930-an.
"Mycoplasma pneumoniae bukan penyakit baru di Indonesia, dan pengobatannya dapat dengan mudah ditemukan di Puskesmas serta dapat diakses melalui BPJS," ujarnya dalam keterangan pers pada Rabu desember 2023.
Meski demikian, masyarakat diminta untuk tetap tenang karena penyakit ini bukanlah hal baru di Indonesia. Kasus serupa telah terjadi sebelumnya, dan penanganan medisnya sudah tersedia di berbagai fasilitas kesehatan.
Mayo Clinic memberikan gambaran bahwa pneumonia adalah infeksi yang menyebabkan peradangan pada kantung udara di salah satu atau kedua paru-paru. Gejala pneumonia mencakup batuk berdahak, demam, menggigil, dan kesulitan bernapas karena cairan atau nanah mengisi kantung udara.
Pneumonia dapat disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur, dan tingkat keparahannya bervariasi. Penyakit ini lebih berisiko pada bayi, anak-anak, orang lanjut usia, dan individu dengan masalah kesehatan atau sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Secara karakteristik, pneumonia akibat bakteri mycoplasma cenderung memiliki gejala yang lebih ringan dibandingkan dengan pneumonia biasa.
Dokter spesialis anak di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Nastiti Kaswandani, menjelaskan bahwa pneumonia biasanya disebabkan oleh bakteri pneumokokus dan gejalanya muncul secara tiba-tiba.
Dalam konferensi pers daring, Nastiti menyatakan bahwa gejala sesak pada pneumonia akibat bakteri mycoplasma lebih jarang terjadi dibandingkan dengan pneumonia biasa. Oleh karena itu, perawatan di rumah sakit juga lebih jarang, dan tingkat kematian lebih rendah.
Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada namun tidak perlu panik, karena informasi mengenai Mycoplasma pneumoniae sudah lama dikenal di Indonesia.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33