wBUKAMATA - Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant bersumpah pasukannya akan kembali berperang dengan kekuatan yang lebih besar untuk memberangus Hamas setelah gencatan senjata di Jalur Gaza Palestina selesai.
Gallant mewanti-wanti agresi Israel akan berlanjut dan makin meluas ke seluruh penjuru Jalur Gaza setelah gencatan yang diperpanjang rampung.
"Anda punya waktu beberapa hari (gencatan senjata). Ketika kami kembali berperang, kami akan menggunakan kekuatan yang sama dan lebih besar lagi dan kami akan berperang di seluruh Jalur Gaza," kata Gallant kepada tentara Israel di wilayah Palestina dilansir Selasa (28/11/23).
Gallant juga mewanti-wanti pasukan Israel di Gaza untuk terus siaga dan waspada meski gencatan senjata tengah berlangsung dan diperpanjang dua hari hingga Kamis (30/11).
"Ingatlah bahwa ketika Anda sedang bersiap-siap, beristirahat, meriset, musuh juga melakukan hal yang sama. Anda akan selalu dihadapkan dengan sesuatu yang selalu sedikit lebih siap dari Anda," papar Gallant seperti dikutip CNN.
"Oleh karena itu, pertama-tama mereka (musuh)akan menghadapi bom Angkatan Udara, dan setelah itu peluru tank dan artileri serta cakar D9 (buldoser), dan terakhir penembakan terhadap pesawat tempur infanteri, kita akan bertempur di seluruh Jalur Gaza," ucapnya menambahkan.
Israel dan Hamas akhirnya menyepakati penerapan gencatan senjata pada pekan lalu yang dimulai selama empat hari sejak Jumat (24/11). Baru-baru ini, Israel-Hamas sepakat memperpanjang gencatan senjata selama dua hari.
Gencatan di Gaza Diperpanjang sampai 4 Komandan Hamas Dibunuh Israel
Gencatan Senjata Diperpanjang, Israel Bebaskan 33 Tahanan Palestina
Selama gencatan senjata berlangsung Israel memang menghentikan sebagian besar gempurannya di Jalur Gaza. Meski begitu, beberapa serangan tetap terjadi bahkan di Tepi Barat Palestina.
Selain itu, Israel juga masih mengepung dua rumah sakit utama di utara Gaza yakni RS Al Shifa dan RS Indonesia.
Hingga kini, agresi Israel ke Jalur Gaza telah menewaskan lebih dari 14.854 warga Palestina, termasuk 6.150 anak-anak dan lebih dari 4.000 perempuan.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Parlemen Israel Setujui RUU Hukuman Mati untuk Kasus “Terorisme”, Dikecam Sebagai Langgar Hukum Internasional
-
Pejabat Sepak Bola Israel Heran FIFA dan UEFA Belum Jatuhi Sanksi Terkait Serangan di Gaza
-
Panggilan Perang Diplomasi: Qatar Kumpulkan Kekuatan Arab-Islam Lawan Israel
-
Indonesia dan OKI Kecam Rencana Kontrol Penuh Militer Israel atas Jalur Gaza
-
6.000 Truk Bantuan Kemanusiaan Tertahan, Gaza Terancam Kelaparan Massal di Tengah Perang Narasi