BUKAMATA - Kelompok militan pejuang kemerdekaan Palestina, Hamas, menyatakan keinginannya untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Israel di Jalur Gaza yang awalnya berlaku selama empat hari sejak Jumat pekan lalu.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Minggu malam, Hamas menyatakan niatnya untuk memperpanjang gencatan senjata setelah periode empat hari berakhir.
"Melalui upaya serius untuk meningkatkan jumlah orang yang dibebaskan dari penjara sebagaimana diatur dalam perjanjian gencatan senjata kemanusiaan." seperti tertulis dalam pernyataan tersebut.
Niat untuk memperpanjang gencatan senjata ini mendapat sambutan baik dari komunitas internasional. Qatar, sebagai mediator perjanjian gencatan senjata ini, juga mengungkapkan kemungkinan perpanjangan tersebut. Presiden Amerika Serikat Joe Biden juga menyatakan upayanya untuk membantu mengamankan perpanjangan gencatan senjata ini.
Sementara itu, kabinet perang Israel memberikan isyarat dukungan terhadap rencana perpanjangan gencatan senjata ini.
Dilansir dari CNN, kesepakatan gencatan senjata tidak berubah, di mana perpanjangan masa jeda pertempuran dapat diterapkan jika Hamas membebaskan lebih banyak sandera.
Sumber CNN menjelaskan bahwa syarat perpanjangan gencatan senjata tetap sama, yang berarti Hamas perlu membebaskan 10 sandera tambahan untuk setiap satu hari gencatan senjata tambahan.
Meskipun gencatan senjata berlangsung, Israel telah menghentikan sebagian besar operasinya di Jalur Gaza, meski beberapa serangan masih terjadi, terutama di Tepi Barat Palestina.
Selain itu, Israel masih menjaga kedua rumah sakit utama di utara Gaza, yaitu RS Al Shifa dan RS Indonesia. Otoritas kesehatan Palestina melaporkan sekitar 14.800 korban tewas, dengan sekitar 40 persen di antaranya adalah anak-anak.
BERITA TERKAIT
-
Parlemen Israel Setujui RUU Hukuman Mati untuk Kasus “Terorisme”, Dikecam Sebagai Langgar Hukum Internasional
-
Pejabat Sepak Bola Israel Heran FIFA dan UEFA Belum Jatuhi Sanksi Terkait Serangan di Gaza
-
Panggilan Perang Diplomasi: Qatar Kumpulkan Kekuatan Arab-Islam Lawan Israel
-
Indonesia dan OKI Kecam Rencana Kontrol Penuh Militer Israel atas Jalur Gaza
-
6.000 Truk Bantuan Kemanusiaan Tertahan, Gaza Terancam Kelaparan Massal di Tengah Perang Narasi