Hikmah : Selasa, 14 November 2023 10:31
Kondisi di sekitar rumah sakit Al Shifa ,Gaza (dok: reuters)

 

BUKAMATA -  Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyatakan keprihatinan atas eskalasi situasi di Jalur Gaza, khususnya menyoroti perlunya melindungi rumah sakit di tengah tindakan militer Israel yang semakin meningkat.

Presiden meminta agar tindakan yang diambil oleh Israel mengurangi agresifitas mereka ketika tank-tank mendekati Rumah Sakit Al Shifa, pusat medis utama Kota Gaza.

Otoritas Israel menyatakan bahwa rumah sakit ini berada di atas terowongan yang menjadi markas besar pejuang Hamas, dan mereka menuduh kelompok tersebut menggunakan pasien sebagai perisai. Tuduhan tersebut langsung dibantah oleh Hamas.

Saat ini Tank-tank Israel telah menempatkan diri di luar Rumah Sakit Al Shifa, meningkatkan ketegangan di dalam kawasan yang sudah terkepung.

Konflik antara Israel dan Hamas pecah setelah invasi Hamas ke selatan Israel pada 7 Oktober, yang menyebabkan sekitar 1.200 orang tewas dan 240 orang dijadikan tawanan, menurut laporan Israel.

Menanggapi situasi yang semakin memburuk, sayap bersenjata Hamas menyatakan kesiapan untuk melepaskan hingga 70 perempuan dan anak-anak sebagai ganti gencatan senjata selama lima hari.

Otoritas medis Gaza melaporkan lebih dari 11.000 kematian yang telah dikonfirmasi, dengan sekitar 40% di antaranya adalah anak-anak.

Konflik ini membuat dua pertiga dari daerah yang padat penduduk di Jalur Gaza kehilangan tempat tinggal, dan Israel telah memerintahkan evakuasi setengah bagian utara.

Rumah Sakit Al Shifa, yang menghadapi pengepungan dan kekurangan daya, melaporkan 32 kematian pasien dalam tiga hari terakhir, termasuk tiga bayi baru lahir.

Militer Israel mengumumkan upaya kemanusiaan untuk mengkoordinasikan transfer inkubator ke rumah sakit tersebut, tetapi pada Selasa pagi, belum ada yang diterima oleh fasilitas tersebut.

Presiden Biden, dalam komentarnya pertama kali sejak peristiwa akhir pekan lalu, menekankan pentingnya melindungi rumah sakit.

 "Harapan dan ekspektasi saya adalah akan ada tindakan yang kurang intrusif terkait rumah sakit, dan kami tetap berkomunikasi dengan pihak Israel." katanya.

Upaya sedang dilakukan untuk bernegosiasi gencatan senjata guna pembebasan tawanan, dengan Qatar terlibat dalam pembicaraan.

Meskipun menyatakan beberapa harapan, Presiden Biden menegaskan pentingnya melindungi rumah sakit di tengah krisis yang terus berlanjut.