Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Agus menekankan pentingnya pendekatan lunak (soft approach) dalam menangani konflik di Papua, dengan memahami kearifan lokal dan adat istiadat masyarakat Papua.
BUKAMATANEWS - Jenderal Agus Subiyanto, KSAD saat ini, mengungkapkan bahwa ia akan memaparkan strategi penanganan konflik di Papua dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sebagai calon Panglima TNI di Komisi I DPR pekan depan. Agus menyatakan bahwa diperlukan pendekatan operasi yang inovatif dan tidak konvensional, mengingat konflik di Papua telah berlangsung selama puluhan tahun dan belum juga selesai.
Agus menekankan pentingnya pendekatan lunak (soft approach) dalam menangani konflik di Papua, dengan memahami kearifan lokal dan adat istiadat masyarakat Papua. Namun, ia juga menambahkan bahwa upaya keras (hard approach) tetap dilakukan. Selain itu, Agus juga berencana untuk memaparkan visi dan misinya sebagai calon Panglima TNI dalam fit and proper test, khususnya terkait dengan tugas dan fungsi pokok TNI.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengusulkan nama Jenderal Agus Subiyanto sebagai calon Panglima TNI pengganti Laksamana Yudo Margono. DPR telah menerima surat presiden yang berisi nama Agus. Agus diusulkan sebagai Panglima TNI hanya beberapa hari setelah ia dilantik oleh Presiden Jokowi sebagai KSAD pada 25 Oktober 2023, menggantikan Jenderal Dudung Abdurachman yang memasuki masa pensiun.
Komisi I DPR telah menjadwalkan fit and proper test untuk Agus selaku calon Panglima TNI pada awal pekan depan. Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid, mengatakan bahwa jadwal fit and proper test akan diumumkan minggu ini, dan uji kelayakan dan kepatutan tersebut akan dilaksanakan pada awal pekan depan.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 17:46