LUWU UTARA, BUKAMATA - Modus penipuan yang mengaku-ngaku sebagai Indah Putri Indriani kembali terjadi. Bukan hanya dengan membuat akun Facebook (meta) yang menyerupai akun Bupati Luwu Utara ini, tapi juga dengan membuat akun WhatsApp.
Akun tersebut bertuliskan nama Indah dengan nomor +6285608767815, +6283137853049, dan juga memasang foto bupati perempuan pertama di Sulsel tersebut sebagai gambar profil atau profil picture.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) Kabupaten Luwu Utara, Nursalim Ramli, memastikan bahwa akun WhatsApp dengan dua nomor tersebut bukan Bupati Luwu Utara.
"Oknum yang menggunakan nomor tersebut mengaku sebagai ibu bupati dan menyebar pesan ke sejumlah orang via aplikasi WhatsApp. Oknum itu bermaksud menggalang donasi berupa uang untuk yayasan dan masjid," kata Nursalim, Kamis, 19 Oktober 2023.
Nursalim pun menegaskan bahwa siapapun yang mengatasnamakan Bupati Luwu Utara untuk meminta donasi dalam bentuk apapun adalah tindakan penipuan.
"Itu adalah tindakan penipuan, yang jelas saya sampaikan bahwa itu bukan Bupati Luwu Utara," tegas Nursalim.
Nursalim juga mengimbau terutama bagi mereka yang aktif di media sosial, untuk berhati-hati agar tidak menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh oknum atau orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Sementara itu salah satu korban, Irwan mengaku menerima pesan WhatsApp dari oknum tersebut.
"Orang ini mengaku sebagai ibu bupati, fotonya pun menggunakan foto ibu bupati dan mengatasnamakan yayasan untuk donasi. Mungkin saya terlalu ngefans sama ibu sehingga saya kira betul dari ibu bupati," jelas Irwan saat dihubungi via Direct Message Instagram. (*)
BERITA TERKAIT
-
Makole XXXVI Baebunta Resmi Dilantik, Ribuan Warga Luwu Utara Padati Prosesi Adat
-
Bupati Andi Rahim Resmi Lepas Status Penyuluh Pertanian Luwu Utara ke Pusat
-
Tersangka Penipuan dan Pernah Terjerat Kasus Korupsi Masjid, Eks Senator Bahar Ngitung Catat Kekayaan Rp18,9 Miliar
-
Sidang Praperadilan Irman Yasin Limpo, Guru Besar Fakultas Hukum Unhas Tegaskan Ini Ranah Perdata, Bukan Pidana
-
Catut Nama Taspen, Pensiunan ASN di Selayar Jadi Korban Online Scam, Puluhan Juta Raib