Wiwi
Wiwi

Senin, 09 Oktober 2023 09:03

Efek Rupiah Anjlok, Harga Hp hingga Mie Instan Bisa Meroket

Efek Rupiah Anjlok, Harga Hp hingga Mie Instan Bisa Meroket

Pelaku usaha lain yang mengandalkan impor sebagai bahan bakunya, yakni sektor industri makanan dan minuman, juga memperkirakan akan adanya kenaikan dari barang-barang impor.

Pelaku usaha lain yang mengandalkan impor sebagai bahan bakunya, yakni sektor industri makanan dan minuman, juga memperkirakan akan adanya kenaikan dari barang-barang impor. Bahkan, karena barang impor yang menjadi bahan baku industri tinggi, membuat ukuran barang hasil produksi akan diperkecil untuk dijual di Indonesia.

Ini sebagaimana dikatakan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman. Menurutnya, langkah itu harus ditempuh karena peningkatan kurs dolar selain membuat bahan baku impor mahal, juga akan mendorong biaya logistik, sewa kapal, hingga kontainer. Padahal, daya beli masyarakat Indonesia tengah lemah

"Yang agak mengkhawatirkan ada kenaikan harga pokok karena bahan baku kita banyak impor," ujar Adhi.

"Jadi opsi ke sana (resizing) selalu ada, kita berupaya bagaimana supaya enggak rugi, tentunya efisiensi, pencarian alternatif bahan baku dan resizing ukuran menjadi alternatif juga. Ya (resizing) seperti Chiki dan sebagainya," tegasnya.

Rupiah memang tengah mengalami volatilitas cukup tinggi pada 2023. Pergerakan rupiah tahun ini berada di rentang Rp 14.665-15.630/US$ dengan level terburuk menyentuh Rp15.630/US$ awal tahun (6/1), walaupun tidak lama berselang, langsung rebound pada (2/2) menjadi Rp14.875/US$.

Rupiah kembali melemah menjadi Rp 15.445/US$ pada bulan setelahnya (10/3). Lalu kembali menguat menjadi Rp14.665/US$ pada awal kuartal II (28/4). Sejak Mei, rupiah menunjukkan tren pelemahan dan terus bergerak hingga tembus ke atas Rp 15.600 /US$ saat ini, mendekati level tertinggi awal tahun ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Rupiah anjlok #harga naik