Hikmah
Hikmah

Senin, 18 September 2023 11:01

Jateng Jadi Sasaran Empuk Online Scam, Kemlu dan Pemprov Edukasi Warga

Jateng Jadi Sasaran Empuk Online Scam, Kemlu dan Pemprov Edukasi Warga

Provinsi Jawa Tengah menjadi target utama kasus online scam. Kementerian Luar Negeri dan Pemerintah Provinsi bekerja sama untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dalam mengatasi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus online scam.

BUKAMATA - Provinsi Jawa Tengah belakangan ini menjadi sasaran empuk bagi para pelaku kejahatan online scam.

Untuk mengatasi permasalahan ini, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menyelenggarakan program edukasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus online scam.

Berdasarkan data Kemlu, sejak tahun 2020 hingga saat ini, Kemlu telah menghadapi 2842 kasus online scam di seluruh Indonesia, dan Jawa Tengah menjadi salah satu daerah yang paling terdampak, terutama dalam hal jumlah korban.

Dalam upaya untuk mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh kasus online scam ini, Pemprov Jawa Tengah dan Kemlu berkolaborasi dalam menyelenggarakan serangkaian acara edukasi.

Serangkaian kegiatan dimulai dengan Rapat Koordinasi pada tanggal 14 September 2023, yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dra. Ema Rachmawati, M.Hum. Rapat ini melibatkan sejumlah pembicara dari berbagai instansi, termasuk perwakilan dari Kemlu, Kemenko Polhukam, BP2MI, Bareskrim Polri, serta Polda Jawa Tengah.

Puncak kegiatan adalah diskusi publik dengan tema "WNI di Pusaran Bisnis Online Scam: Bahaya Tipuan Lowongan Kerja dan Upaya Pencegahan TPPO Bermodus Online Scam" yang diselenggarakan pada tanggal 15 September 2023. Diskusi ini dihadiri oleh mahasiswa, komunitas, dan LSM yang sangat peduli dengan permasalahan ini.

Dalam sesi diskusi publik tersebut, dua korban TPPO online scam, yang menggunakan nama samaran Rudi dan  Mawar, berbagi pengalaman pahit mereka sebagai korban.

Mereka memberikan nasihat berharga kepada generasi muda untuk selalu berhati-hati saat mencari lowongan kerja di luar negeri yang belum terverifikasi.

Rudi menegaskan pentingnya memastikan bahwa lowongan kerja yang kredibel akan mengurus visa kerja terlebih dahulu di dalam negeri.

Dia juga menyarankan generasi muda untuk melakukan penelitian menyeluruh tentang perusahaan yang menawarkan pekerjaan dan memverifikasi keabsahan lowongan tersebut kepada pihak berwenang.

Hasil dari kegiatan edukasi ini adalah dokumen yang berisi langkah-langkah penanganan korban, penegakan hukum, dan pencegahan kasus online scam di Provinsi Jawa Tengah.

Dokumen ini menunjukkan komitmen bersama antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota di Jawa Tengah dalam mengatasi masalah ini. Harapannya, kegiatan ini akan membantu meningkatkan kesadaran masyarakat Jawa Tengah tentang risiko TPPO dengan modus online scam dan melindungi mereka dari bahaya tipuan lowongan kerja di luar negeri yang tidak sah.

#online scam #penipuan online

Berita Populer