Hikmah : Jumat, 01 September 2023 15:26
Tangkapan layar postingan Shesie Erisoya terkait utang piutang dengan PSM

MAKASSAR, BUKAMATA - Kisruh utang piutang yang terjadi di manajemen PSM Makassar masih terus bergulir.

Kabar terbarunya pihak manajemen PSM Makassar di bawah naungan Munafri Arifuddin atau Appi dan Sadikin Aksa bakal dibawa ke ranah hukum.

Kuasa hukum wanita bernama Shesie Erisoya, yakni Agus Amri mengatakan, kasus ini akan dibawa ke ranah hukum lantaran diduga ada unsur tindak pidana penipuan.

Agus Amri menyebut, kliennya merasa ditipu oleh Appi dan Sadikin. Sebab kedua petinggi tim julukan Juku Eja ini pernah mengeluarkan cek kosong atau fiktif senilai Rp 500 juta terkait pembayaran sisa utang sebesar Rp 5,6 miliar.

" Cek kosong itu dikeluarkan oleh salah satu perusahaan penjamin pada 2021. Setelah cek senilai ratusan juta itu hendak dicairkan ternyata fiktif," kata Agus kepada Bukamatanews Jumat 1 September 2023.

Agus menceritakan, transaksi utang piutang manajemen PSM Makassar dengan wanita bernama Shesie Erisoya berlangsung dari 2016 sampai 2019.

Di situ, manajemen klub berjuluk Juku Eja disebut meminjam uang senilai total Rp 14,9 miliar untuk operasional klub dan hal lainnya.

"Manajemen PSM menggunakan uang ini untuk mendanai kegiatan PSM mulai dari belanja pemain, gaji pemain, hotal, akomodasi dan sebagainya. Disitu tidak ada jaminan apapun," jelasnya.

Seiring berjalannya waktu, utang manajemen PSM kepada pihak Shesie Erisoya tersisa Rp 5,6 miliar setelah dibayar secara bertahap atau dicicil. Belakangan waktu terakhir, pihak manajemen PSM Makassar disebut sudah tidak lagi pernah merespons upaya konfirmasi pihak Shesie Erisoya.

"Upaya-upaya baik somasi, pertemuan, dan memang ada beberapa kali pembayaran dilakukan. Namun dalam 6 bulan terakhir tidak ada pembayaran dan tidak ada komunikasi lagi sebagai bentuk respons pertanggungjawaban atas masalah ini," tandasnya.

Sementara, wanita bernama Shesie Erisoya juga angkat bicara perihal kasus tersebut. Kata dia, dirinya berani meminjam uang dengan nilai fantastis itu hanya karena modal kepercayaan.

"Sebenarnya lebih kepada bagaimana kita sama-sama menjaga aja. bagaimana sama-sama kita menjaga pada saat itu benar-benar dari pihak-pihak yang lain ada penagihan. Nggak ada tenggak waktu pengembalian karena saya pikir itu bisa terjadi apabila ada pembayaran pada saat itu dari pihak sponsor PSM atau tiket," ucapnya.

Shesie Erisoya mengungkapkan geram lantaran komunikasi pihak manajemen PSM Makassar seakan-akan tidak ada itikad baik.

"Lebih kepada berkomunikasi dulu sebelum memakai, ini akan ada pemakaian di dana ini, dana ini, dana ini. Penggunaan atas kepercayaan," tandasnya.

Tanggapan PSM

Sementara, manajemen PSM melalui kuasa hukumnya Yusuf Gunco angkat bicara soal utang Rp 5,6 miliar. Manajemen PSM sendiri telah menyepakati bahwa uang sisa utang PSM Makassar hanya berjumlah Rp 2,1 miliar dari wanita Shesie Erisoya.

Sementara sisanya Rp 3,5 miliar itu yang masih perlu dibuktikan terkait sirkulasinya. Kata Yusuf kasus ini sudah bergulir sejak 2016 pasca Shesie Erisoya sudah tidak lagi menjadi sekertaris pribadi Munafri Arifuddin alias Appi.

"PSM ini tidak menutup diri, terbukti dari Rp 14 miliar sekian itu kita sudah selesaikan sehingga menjadi Rp2,1 miliar. Yang jadi polemik ini Rp 3,5 miliar. Saya akan ketemu pengacaranya untuk menghitung ulang yang Rp 3,5 miliar itu," ucapnya.

Kata Yusuf, jika nanti dalam penghitungan pihak Shesie Erisoya dapat menunjukan bukti yang cukup perihal Rp3,5 miliar itu maka manajemen PSM akan siap bayar.

"Kalau memang ada bukti ya kita akan selesaikan, itu pun kalau sinkron dengan upaya-upaya dan perjalanan-perjalanan, tiket-tiket ataupun hotel-hotel ya kita rampungkan. Jadi sisa itu saja polemiknya," Yusuf menerangkan.

Yusuf menjelaskan, manajemen PSM hanya baru menyepakati utang sebesar Rp 2,1 miliar. Kesepakatan itu terjadi pada 8 September 2022, dan ditandatangani oleh dua pihak, pihak Manajemen PSM Makassar dan Shesie Erisoya.

Yusuf pun meminta kepada pihak Shesie Erisoya agar tidak membuat polemik ini panjang di media sosial. Karena manajemen PSM masih ada masih bertanggung jawab selagi hal tersebut masih bisa dibuktikan dikemudian hari.

"Saya minta ke ibu Erisoya ini untuk tidak lagi bermain di media sosial, karena PSM ini milik masyarakat Sulawesi Selatan. Jangan sampai lain di cerita dan lain yang dibenarkan, jadi kita minta seperti itu," Yusuf Gunco menambahkan.

Ini adalah perkembangan terbaru dalam konflik utang piutang antara manajemen PSM Makassar dan Shesie Erisoya. Konflik ini telah berlangsung selama beberapa tahun dan melibatkan sejumlah besar uang. Harapannya adalah masalah ini dapat diselesaikan dengan adil dan transparan sesuai hukum yang berlaku.