Hujan dan Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Sejumlah Kendaraan di Jalan Tupai Makassar
01 Februari 2026 14:50
Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, menjelaskan bahwa kondisi pasar global akan mempengaruhi sekitar 30?ri kinerja ekspor dan 70% produk manufaktur yang diserap oleh pasar domestik di Indonesia.
BUKAMATA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengingatkan tentang potensi dampak pelemahan ekonomi di China terhadap industri pengolahan di Indonesia.
Hal ini disebabkan oleh peran China sebagai sumber impor bahan baku industri dan tujuan ekspor produk Indonesia.
Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, menjelaskan bahwa kondisi pasar global akan mempengaruhi sekitar 30% dari kinerja ekspor dan 70% produk manufaktur yang diserap oleh pasar domestik di Indonesia.
"Kita mesti hati-hati terhadap pelemahan industri di China yang akan berdampak pada industri di dalam negeri," ungkap Febri saat seperti dilansir dari Kontan.co.id di , Kamis 31 Agustus 2023.
Meskipun begitu, Febri mengamati bahwa daya beli masyarakat masih terjaga, seiring dengan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang mencapai level optimis pada Juni 2023 sebesar 123,5.
"Meskipun daya beli masyarakat mengalami penurunan sedikit, optimisme dalam industri tetap kuat dan produk-produk akan tetap dibeli," tambah Febri.
Dalam konteks ini, rilis Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2023 menunjukkan bahwa pelaku industri masih optimis tentang kondisi industri selama 6 bulan ke depan, dengan persentase optimisme sebesar 66%.
Keyakinan ini muncul karena para pelaku industri percaya bahwa kondisi pasar akan membaik dan memiliki kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah pusat.
Kekuatan optimisme ini diharapkan mampu memitigasi potensi dampak dari pelemahan ekonomi China terhadap sektor industri pengolahan di Indonesia.
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
31 Januari 2026 21:37
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 14:50