BUKAMATA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan bahwa kinerja ekonomi Indonesia menjadi salah satu yang terbaik di dunia, bahkan mengalahkan Amerika Serikat (AS) dan China.
Perry menjelaskan hal tersebut tercermin dari inflasi Indonesia pada Juli 2023 yang menyentuh 3,08 persen (year-on-year/yoy), lebih rendah dari inflasi AS yang sebesar 3,2 persen.
“Kalau kita lihat ekonomi kita itu Alhamdulillah bagus, termasuk yang terbaik diantara emerging market bahkan dunia,” ujarnya dilansir Bisnis, Sabtu (26/8/23).
Inflasi di Indonesia juga lebih cepat turun sejalan dengan kebijakan moneter, di mana BI menahan suku bunga acuan atau BI-7 Days Repo rate (BI-7DRR) di level 5,75 persen sejak Januari 2023.
Menurutnya, kinerja inflasi tersebut berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang relatif tinggi dan bertahan di atas 5 persen selama tujuh kuartal berturut.
Untuk itu, Bank Indonesia memperkirakan inflasi IHK pada akhir 2023 dapat mencapai 2,9 persen. Sementara inflasi inti mampu lebih rendah di level 2,5 persen.
Perry juga optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III/2023 tetap di atas 5 persen, tepatnya 5,15 persen - 5,11 persen, meskipun akan sedikit lebih lambat dari kuartal II/2023.
Pertumbuhan ekonomi keseluruhan tahun [2023] 4,5 persen - 5,3 persen. Pada 2024 juga kami masih sama 4,7 persen - 5,5 persen. Bahkan lebih tinggi dari China.
"[Pertumbuhan ekonomi] China tahun depan 4,6 persen atau 4,7 persen,” lanjut Perry.
Melansir dari Trading Economics, pada kuartal II/2023 ekonomi China berhasil tumbuh 6,3 persen. Lebih lambat dari perkiraan konsensus yang mencapai 7,1 persen.
Alhasil, pertumbuhan ekonomi China yang tidak sesuai ekspektasi tersebut berdampak pada kinerja ekspor Indonesia yang melemah.
BERITA TERKAIT
-
SIBF 2026 di Makassar Bukukan Investasi Rp9,64 Triliun, BI Sulsel Dorong Potensi Sulampua Go Global
-
Tallukarsa Pangan Jadi Kunci, BI Perkuat Ketahanan Pangan Sulampua
-
BI Sulsel Raih Dua Penghargaan di Ajang IABC Indonesia Awards 2026
-
KKI 2026 Berakhir, UMKM Sulsel Catat Transaksi Rp1 Miliar Lebih
-
KKI 2026 Sulsel Catat Potensi Pembiayaan Rp285 Miliar, Ekspor UMKM Rp380 Juta