Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Menurutnya, dukungan yang diberikan oleh PAN mungkin didasarkan pada kemungkinan Prabowo akan mengajukan Erick Thohir sebagai calon wakil presiden.
BUKAMATANEWS - Ketua Majelis Pertimbangan PPP, M Romahurmuziy, dengan tegas mengumumkan bahwa Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), yang sebelumnya diinisiasi oleh PPP, PAN, dan Golkar, telah secara resmi bubar. Romy, sapaannya, mengungkapkan pandangannya dalam keterangan resmi pada hari Minggu (13/8).
"Sejak awal saya menyampaikan bahwa KIB akan secara otomatis bubar saat partai-partai anggotanya secara resmi menyatakan dukungan yang berbeda untuk calon presiden tertentu," kata Romy dalam keterangannya.
Menurut Romy, pembubaran KIB terjadi hari ini, bersamaan dengan dukungan yang diumumkan oleh Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, dan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, yang menyatakan dukungan untuk Prabowo Subianto.
"Secara otomatis, hari ini juga menjadi momen resmi bubarnya KIB, selamat tinggal KIB," tegasnya.
Romy juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak terkejut dengan keputusan PAN dan Golkar dalam mendukung Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden 2024.
Menurutnya, dukungan yang diberikan oleh PAN mungkin didasarkan pada kemungkinan Prabowo akan mengajukan Erick Thohir sebagai calon wakil presiden.
"Kami tidak kaget, karena dukungan dari PAN konsekuensinya adalah bahwa ada kemungkinan Pak Erick akan dipilih oleh Pak Prabowo, jadi sudah lama kami memprediksi bahwa PAN akan merapat ke tempat di mana Erick berlabuh," ujar Romy dalam keterangannya.
Mengenai Golkar, Romy menyatakan bahwa hubungan masa lalu yang ada membuat Airlangga Hartarto akhirnya mendukung Prabowo. Mengingat bahwa sebelum mendirikan Gerindra, Prabowo juga merupakan kader Partai Golkar.
Romy juga menyampaikan ucapan selamat atas terbentuknya koalisi baru yang mendukung Prabowo dalam Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Menurutnya, terbentuknya koalisi ini memberikan pilihan yang lebih beragam bagi rakyat dalam Pilpres mendatang.
"Rakyat akan memiliki pilihan yang semakin beragam karena kemungkinan akan ada tiga calon presiden yang bersaing," tambahnya.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33