Waspada! 5 Jenis Makanan Ini Bisa Percepat Kerusakan Fungsi Ginjal
14 Mei 2026 21:23
BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) dipertahankan pada level 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,00%, dan suku bunga Lending Facility tetap berada di 6,50%.
BUKAMATA - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar pada tanggal 24-25 Juli 2023 menghasilkan keputusan untuk mempertahankan kebijakan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate.

BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) dipertahankan pada level 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,00%, dan suku bunga Lending Facility tetap berada di 6,50%.
Gubernur BI Perry Warjiyo dalam keterangan resminya mengatakan, keputusan ini diambil dalam rangka menjaga inflasi agar tetap terkendali dalam target yang telah ditetapkan.
"Bank Indonesia bertujuan untuk memastikan inflasi tetap berada pada kisaran sasaran 3,0±1% pada sisa tahun 2023 dan 2,5±1% pada tahun 2024," katanya.
Salah satu fokus utama kebijakan moneter adalah penguatan stabilisasi nilai Rupiah. Langkah ini diambil untuk mengendalikan inflasi dari barang-barang impor (imported inflation) dan untuk mengurangi dampak ketidakpastian di pasar keuangan global yang dapat berdampak pada ekonomi domestik.
Bank Indonesia juga memperkuat kebijakan insentif likuiditas makroprudensial. Langkah ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan kredit/pembiayaan di sektor-sektor strategis, seperti hilirisasi, perumahan, pariwisata, dan pembiayaan inklusif dan hijau.
"Dengan mengarahkan likuiditas ke sektor-sektor tersebut, diharapkan ekonomi dapat tumbuh secara berkelanjutan dan inklusif," tambahnya.
Selain itu, akselerasi digitalisasi sistem pembayaran menjadi salah satu fokus penting Bank Indonesia. Upaya ini dilakukan untuk memperluas inklusi ekonomi dan mendorong perkembangan keuangan digital.
Bank Indonesia memahami bahwa digitalisasi dapat menjadi katalisator dalam meningkatkan akses keuangan bagi masyarakat, terutama di era transformasi digital saat ini.
Bauran kebijakan yang mencakup kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran tersebut terus diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah tantangan dan dinamika perekonomian global.
Bank Indonesia berkomitmen untuk tetap menjalankan peran sebagai bank sentral yang memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan negara.
Keputusan Bank Indonesia dalam mempertahankan suku bunga dan mengarahkan kebijakan-kebijakan lainnya diharapkan dapat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia ke arah yang lebih baik dan berkelanjutan.