JAKARTA,BUKAMATA -Deddy Mizwar, seorang Doktor Ilmu Pemerintahan dari Universitas Padjajaran, dan juga Ketua Bidang Seni Budaya dan Ekonomi Kreatif (Ekraf) DPN Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, mengemukakan pesan penting tentang spirit hijrah dalam pemilihan seorang pemimpin.
Dalam acara diskusi Gelora Talk yang berjudul 'Tahun Baru Islam: Spirit Revolusi Hijrah dari Politik Kotor,' Demiz menyoroti betapa pentingnya mengikuti prinsip hijrah untuk mencegah praktik politik kotor dalam Pemilihan Presiden 2024.
Dalam penyampaiannya, Deddy Mizwar menekankan perlunya para kandidat yang ingin menjadi pemimpin untuk mengadopsi dan memahami nilai-nilai spirit hijrah sebagai dasar untuk membawa perubahan dalam praktik politik yang tidak bermoral.
Ia berpendapat bahwa dengan mengambil contoh spirit hijrah, para pemimpin dapat menghindari tindakan politik kotor yang dapat merugikan negara dan masyarakat.
Pentingnya ketaatan kepada nilai-nilai hijrah, menurut Deddy Mizwar, adalah agar para pemimpin memahami bahwa pemilihan pemimpin yang adil dan bertanggung jawab merupakan bagian dari rencana Allah SWT untuk sebuah negara yang baik.
"Menjalankan pemilihan berdasarkan ketaatan akan membawa keberkahan dan keadilan bagi seluruh rakyat," kata Deddy Mizwar..
Demiz juga menegaskan pentingnya integritas seorang pemimpin, yang harus menghindari praktik politik kotor dan menjunjung tinggi moralitas serta etika dalam kepemimpinannya.
Ia mengingatkan bahwa kekuasaan adalah amanah dan pemimpin harus bertanggung jawab atas tindakannya di hadapan Allah SWT.
TAG
BERITA TERKAIT
-
298 Legislator Terpilih PKB di Sulawesi dan Papua Ikuti Sekolah Pemimpin
-
45 Caleg Terpilih DPRD Bone Resmi Dilantik
-
Konsolidasi Organisasi Pasca Pemilu 2024, Partai Gelora Gelar Workshop Kaderisasi
-
Diduga Perintahkan PPK Gelembungkan Suara Caleg, Ketua KPU Bone: Silakan ke Bawaslu
-
KPU Makassar Hanya Targetkan 65 Persen Partisipasi Pemilih di Pilwalkot