Redaksi
Redaksi

Selasa, 11 Juli 2023 21:09

Profesor Muhammad Asdar, Ketua Tim Pemrakarsa Forum Silaturahmi Purna Rektor Indonesia (FSPRI),
Profesor Muhammad Asdar, Ketua Tim Pemrakarsa Forum Silaturahmi Purna Rektor Indonesia (FSPRI),

Wawancara Eksklusif Bersama Ketua Tim Pemrakarsa FSPRI: Sejarah dan Tujuan Pembentukan Organisasi

Saat ini, sudah tergabung beberapa mantan rektor dari perguruan tinggi negeri, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), Kementerian Agama, perguruan tinggi swasta, serta perguruan tinggi kedinasan seperti mantan rektor dari IPDN.

MAKASSAR, BUKAMATA - Profesor Muhammad Asdar, Ketua Tim Pemrakarsa Forum Silaturahmi Purna Rektor Indonesia (FSPRI), menjelaskan sejarah pendirian FSPRI dalam wawancara ekslusif bersama Bukamatanews, Selasa (11/7/2023).

Sejarah Berdirinya FSPRI

Profesor Asdar menjelaskan, FSPRI merupakan kelanjutan dari pertemuan informal para rektor yang merupakan alumni short course tahun 2018 di Temple University Philadelphia, Amerika Serikat.

"Pada saat itu, terdapat 23 pimpinan perguruan tinggi yang mengikuti program tersebut yang digagas dan dipimpin oleh Profesor Jasruddin sebagai Ketua L2dikti,"katanya.


Setelah kembali dari kursus tersebut, lanjut Profesor Asdar, mereka melakukan pertemuan informal untuk berbagi program dan kerjasama dalam pendidikan, riset, dan pengabdian, serta berbagi pengalaman.

Pertemuan ini dilakukan secara bergantian di berbagai tempat, dan awalnya dimulai di lantai paling atas gedung UNISMUH Makassar yang pada saat itu dipimpin oleh Profesor Abd Rahman Rahim.

"Namun, pertemuan sempat terhenti akibat pandemi COVID-19," tambahnya.

Saat ini, beberapa mantan rektor yang masa jabatannya telah selesai bergabung kembali dan membentuk FSPRI.

Kemudian, kelompok ini diperluas dengan mengajak beberapa mantan rektor lainnya untuk bergabung. Terdapat beberapa orang yang sangat senang dengan adanya paguyuban mantan rektor ini.

Saat ini, sudah tergabung beberapa mantan rektor dari perguruan tinggi negeri, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), Kementerian Agama, perguruan tinggi swasta, serta perguruan tinggi kedinasan seperti mantan rektor dari IPDN.

Akhirnya, pada tanggal 7 Juli 2023, mereka sepakat untuk bertemu langsung di kantor Universitas Terbuka, Jl. Monginsidi Baru No. 7, yang saat ini dipimpin oleh mantan rektor UNISMUH, Profesor Abdul Rahman Rahim, yang juga merupakan alumni short course di Temple University.

Ini adalah perkumpulan para tokoh berpengaruh, ilmuwan, dan cendekiawan yang memiliki pengalaman dan jaringan serta kredibilitas dan integritas yang terbukti.

Meskipun mereka sudah tidak menjabat lagi, tetapi mereka masih ingin melanjutkan kontribusi pemikiran untuk bersama-sama mencari solusi atas beberapa permasalahan bangsa.

"Perkumpulan ini menjadi semacam gerakan moral agar kita lebih siap menghadapi tantangan yang lebih besar di masa depan, Insya Allah,' pungkasnya.

Tujuan Berdirinya FSPRI

Profesor Asdar menjelaskan bahwa FSPRI didirikan sebagai wadah bagi para mantan rektor di Indonesia untuk saling bertukar ide dan inovasi.

Organisasi ini tidak membatasi keanggotaannya hanya pada mantan rektor perguruan tinggi negeri (PTN), tetapi juga terbuka bagi mereka yang pernah menjabat sebagai rektor di universitas swasta dan kedinasan.

"Kami berikhtiar agar FSPRI memiliki peran yang positif dan konstruktif secara khusus dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, serta secara umum untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun karakter yang adaptif dengan kemajuan zaman. Oleh karena itu, kami akan proaktif memberikan masukan kepada Kementerian Pendidikan dan kementerian serta lembaga lain yang relevan," ungkap Profesor Asdar.

Forum ini juga memiliki program kolaborasi untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan ilmiah seperti seminar, simposium, dan mendorong penerbitan buku dan karya tulis ilmiah lainnya.

Semua upaya tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan di Indonesia.

"Dengan semangat yang kuat dan visi yang jelas, FSPRI berjuang menjadi gerakan moral yang berpengaruh dalam meningkatkan ilmu pengetahuan, seni, dan budaya, serta berikhtiar menegakkan keadilan, kebaikan, kebenaran, dan akhlak mulia bagi generasi sekarang dan mendatang, Insya Allah," tutupnya.

Pendiri dan Anggota Pertama FSPRI

Adapun sejumlah mantan rektor yang terlibat langsung sebagai pendiri FSPRI dan merupakan anggota pertama organisasi ini di antaranya sebagai berikut :

1.Prof. Dr. H. Muhammad Asdar , SE.,M.Si.,CWM

2. Prof. Dr. Abdul Rahman Rahim, SE.,MM

3. Prof. Dr. Abdul Rahman, SH.,MH

4. Prof. Dr. Ir. M Saleh Pallu, M.Eng

5. Prof. Dr. Nasir Hamzah, SE.,M.Si

6. Prof. Dr. Baso Amang, SE.,M.Si

7. Dr. Andi Maryam, SST.,SKM.,M.Kes

8. Prof. Dr. dr. Idrus Andi Paturusi, Sp. B.,Sp.OT (K)

9. Prof. Dr.H. Arismunandar, M.Pd
10. Prof. Dr. H. Abdul Qadir Gassing HT, MS

11. Prof. Dr. Abdul Pirol, M.Ag

12. Dr. H. Suedi, S.Pd.,M.Si

13. Prof. Dr. Ir. Mir Alam Beddu, M.Si

14. Dr. Andi Jaya Sose, SE.,MBA

15. Prof. Dr. Hj. A. Niniek F. Lantara, SE.,M.Si

16. Prof. Dr.H. Musafir Pababbari, M.Si

17. Prof. H. Marsuki, DEA.,Ph.D

18. Prof. Dr. Basri Hasanuddin, M.A

19. Prof. Drs. H. Sadly Abdul Djabar, MPA

20. Prof. Dr. Arifuddin, SE. M.Si. al ukdm

21. Dr. Ir. Hj. Apiaty K. Amin Syam, M.Si

22. Prof. Dr.Ir. Abrar Saleng, SH.,MH

23. Prof. Dr.H. Mansyur Ramly, SE.,M.Si.
24. Prof. Dr. Murtir Juddawi IPDN.
25. Prof Dr Zainuddin Thaha UIM.
26. Prof Dr Mazhur Razak.
27. Prof Dr. Zainal Abidin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Forum Silaturahim Purna Rektor Indonesia (FSPRI).