Andi Sudirman di Hadapan Praja IPDN: Jabatan Bisa Berubah, Integritas Harus Tetap
01 Oktober 2026 14:22
Tingginya suhu udara disebabkan oleh kelembaban udara yang rendah. Akibatnya, hawa panas terasa menyengat tetapi tidak membuat tubuh berkeringat.
MAKASSAR, BUKAMATA - Suhu udara di Madinah, Arab Saudi, dilaporkan mencapai 40 derajat celsius. Jemaah haji asal Indonesia diminta waspada.

Tingginya suhu udara disebabkan oleh kelembaban udara yang rendah. Akibatnya, hawa panas terasa menyengat tetapi tidak membuat tubuh berkeringat.
"Hal ini bisa menyebabkan masalah kesehatan yang bisa menghambat jemaah untuk menjalankan ibadah," ucap Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi, dr M Imran, dalam keterangannya, Selasa, 30 Mei 2023.
Menurut Imran, terdapat sejumlah penyakit yang bisa timbul akibat suhu panas tersebut. Salah satunya Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Gejala yang bisa dirasakan jemaah adalah batuk. Pasalnya, udara panas menyebabkan lapisan dalam mulut dan hidung kering.

Selain itu, dehidrasi serius juga mengancam para jemaah. Sebab, rasa haus kerap tak terasa ketika berkegiatan di luar ruangan.
"Kondisi dehidrasi juga sangat berbahaya bagi jemaah Lansia, karena banyak Lansia yang mengalami gangguan persepsi haus," kata Imran.
Penyakit yang juga dapat dialami jemaah haji adalah heat exhaustion atau kelelahan karena panas. Hal ini bisa mengakibatkan terjadinya heat stroke.
Imran menambahkan, penyakit terakhir adalah kaki melepuh. Sebab, suhu tinggi membuat alas kaki maupun tempat pijakan begitu panas.
"Di Madinah, jemaah haji akan menjalankan sholat arbain. Dalam satu hari, jemaah akan berulang ke masjid Nabawi untuk menjalankan sholat wajib," kata Imran. (*)
01 Oktober 2026 14:22
01 Oktober 2026 13:51
01 Oktober 2026 13:23
01 Oktober 2026 13:19
01 Oktober 2026 12:45
01 Oktober 2026 12:51
01 Oktober 2026 13:08
01 Oktober 2026 13:23