Paus Fransiskus Ungkap 'Misi' Rahasia Perdamaian Dalam Perang Rusia Di Ukraina
“Ada misi yang tidak dipublikasikan yang sedang berlangsung; ketika publik saya akan membicarakannya," kata Paus selama konferensi pers udara dalam perjalanan pulang dari Hongaria.
Paus Fransiskus pada hari Minggu mengungkapkan bahwa "misi" perdamaian rahasia dalam perang Rusia di Ukraina sedang berlangsung, meskipun dia tidak memberikan perincian, dan mengatakan Vatikan bersedia membantu memfasilitasi kembalinya anak-anak Ukraina yang diambil ke Rusia selama perang.
“Saya siap melakukan apa saja,” kata Francis selama konferensi pers udara dalam perjalanan pulang dari Hungaria. “Ada misi yang tidak dipublikasikan yang sedang berlangsung; ketika itu publik saya akan membicarakannya.
Francis tidak memberikan perincian ketika ditanya apakah dia berbicara tentang inisiatif perdamaian selama pembicaraannya di Budapest akhir pekan ini dengan Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban atau perwakilan Gereja Ortodoks Rusia di Hongaria.
Deportasi anak-anak Ukrainatelah menjadi perhatian sejak Rusia menginvasi Ukraina tahun lalu. Francis mengatakan Tahta Suci telah membantu menengahi beberapa pertukaran tahanan dan akan melakukan "semua yang mungkin secara manusiawi" untuk menyatukan kembali keluarga.
“Semua gerakan manusia membantu. Isyarat kekejaman tidak membantu,” kata Francis.
Pengadilan Kriminal Internasional pada bulan Maret mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Presiden Rusia Vladimir Putin dan komisaris anak-anak Rusia, menuduh mereka melakukan kejahatan perang karena menculik anak-anak dari Ukraina. Rusia membantah melakukan kesalahan, berpendapat bahwa anak-anak dipindahkan demi keselamatan mereka.
Pekan lalu Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal bertemu dengan Francis di Vatikan dan memintanya untuk mengembalikan anak-anak Ukraina yang diambil setelah invasi Rusia.
“Saya meminta Yang Mulia untuk membantu kami memulangkan warga Ukraina, anak-anak Ukraina yang ditahan, ditangkap, dan secara kriminal dideportasi ke Rusia,” kata Shmyhal kepada Asosiasi Pers Asing setelah audiensi.
Francis mengenang bahwa Takhta Suci telah memfasilitasi beberapa pertukaran tahanan, bekerja melalui kedutaan, dan terbuka untuk permintaan Ukraina untuk menyatukan kembali anak-anak Ukraina dengan keluarga mereka.
Pertukaran tahanan “berjalan dengan baik. Saya pikir itu bisa berjalan dengan baik juga untuk ini. Ini penting,” katanya tentang reunifikasi keluarga. “Tahta Suci bersedia melakukannya karena itu adalah hal yang benar,” tambahnya. "Kita harus melakukan semua yang mungkin secara manusiawi."
News Feed
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Sungai Balampangi Penghubung Sinjai - Bulukumba
31 Januari 2026 21:37
