BUKAMATA - Partai Buruh telah memilih 4 calon presiden (capres) yang kemungkinan akan didukung saat pemilihan presiden 2024 mendatang.
Empat capres tersebut yakni Ganjar Pranowo, Said Iqbal, Anies Baswedan, dan Najwa Shihab.
Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, keempat nama tersebut muncul setelah diadakan rapat kerja nasional (rakernas) Partai Buruh beberapa waktu lalu.
"Partai Buruh pilih siapa? Partai Buruh memilih orang yang akan diputuskan 3 tahap. Pertama adalah rakernas, ada 4 nama, Pak Ganjar Pranowo, Said Iqbal, Anies Baswedan, dan Najwa Shihab," ungkapnya dilansir dari detik, Selasa (2/5/23).
Setelah rakernas, nantinya akan diadakan konvensi yang akan berisi panel guru besar dari berbagai disiplin ilmu serta ada kuesioner yang akan dikirimkan ke para buruh untuk menentukan siapa yang akan dipilih untuk didukung sebagai presiden oleh Partai Buruh. Konvensi tersebut akan dilakukan pada bulan Juni atau Juli 2023 mendatang.
Selanjutnya, ada tahap rapat presidium. Dalam rapat tersebut akan diputuskan siapa yang akan didukung melalui 11 organisasi pendiri pelanjut Partai Buruh.
Prabowo Tak Lagi Didukung oleh KSPI
Partai Buruh kini tak lagi mendukung Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) 2024. Hal ini disampaikan oleh Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden KSPI Said Iqbal saat konferensi pers di Senayan hari ini.
Said mengungkapkan alasan Prabowo tak lagi didukung oleh pihaknya, yaitu karena Prabowo setuju dengan Undang-undang Omnibus Law. Meski demikian, pihaknya masih akan meminta konfirmasi mengenai kabar tersebut.
"Karena katanya Pak Prabowo setuju dengan Omnibus Law, 80% Cipta Kerja sudah mengadopsi isu buruh. Tapi kami meminta klarifikasi lagi pada pak Probowo, bener nggak kayak begitu," paparnya.
Sebenarnya, ia cukup menyayangkan respons yang diterima ketika tidak lagi mendukung Prabowo untuk menjadi presiden. Ia bercerita, saat masih mendukung Prabowo menjadi presiden, dirinya dielu-elukan oleh para pendukungnya.
"Waktu kami dukung Prabowo, semua membanggakan KSPI dan Said Iqbal. Dukung Anies (jadi) gubernur, semua (membanggakan). Sekarang, mereka semua nyerang saya, oligarki lah. Tolong jangan politik fitnah, jangan politik hoax," ungkapnya.
"Partai Buruh memilih Pak Ganjar, Partai Buruh memilih yang lain, itu haknya Partai Buruh, silakan partai lain memilih yang lain. Yang paling prinsip, Partai Buruh anti-Undang-undang Cipta Kerja," tegasnya.
Sebagai informasi, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memang mendukung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk menjadi presiden pada pemilihan presiden (pilpres) tahun 2014 dan 2019. Ketua DPP Partai Gerindra tahun 2018, Ahmad Riza Patria menyambut baik dukungan KSPI kepada Prabowo kala itu. Menurutnya, ini adalah modal yang besar untuk menyongsong Pilpres 2019.
"Dulu Pilpres 2014 juga dukung Pak Prabowo, karena memang Pak Prabowo membela kepentingan buruh," ujar Riza.
BERITA TERKAIT
-
Buruh Minta Prabowo Naikkan UMP 10 persen di Tahun 2025
-
Partai Gelora Komandoi Koalisi Kerakyatan Hadapi Pilwalkot Makassar
-
Janji Politik Ganjar: Tingkatkan SDM dan Buka Lapangan Kerja Jika Jadi Presiden
-
Lima Partai Dicoret dari Peserta Pemilu 2024, Tak Lapor Dana Kampanye
-
MK Tolak Gugatan Syarat Capres-Cawapres Berpengalaman Jadi Penyelenggara Negara