Redaksi
Redaksi

Senin, 03 April 2023 14:12

Power Koalisi Besar dalam Menyongsong Pilpres 2024

Power Koalisi Besar dalam Menyongsong Pilpres 2024

Koalisi besar partai politik dalam menghadapi Pilpres 2024 berpeluang terbentuk usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu lima ketua umum partai di Kantor DPP PAN, Jakarta, Minggu (2/4) kemarin.

BUKAMATA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar pertemuan tertutup dengan lima ketua umum partai politik koalisi Pemerintah di Kantor DPP PAN, Jakarta Selatan, Ahad (2/4/2023). Dalam pertemuan selama sekitar satu jam itu, para elite politik itu membahas pembentukan koalisi besar untuk menyongsong Pilpres 2024

Presiden Joko Widodo mengungkap isi pertemuan dengan lima ketua umum partai politik pendukung pemerintah di Kantor DPP PAN, Jakarta, Minggu (2/4). Jokowi mengatakan, mereka membahas komitmen melanjutkan pembangunan ke depan. 

Koalisi besar partai politik dalam menghadapi Pilpres 2024 berpeluang terbentuk usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu lima ketua umum partai di Kantor DPP PAN, Jakarta, Minggu (2/4) kemarin.

Lima ketua umum yang dikumpulkan Jokowi adalah Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, dan Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono. 

"Kita merasa ada frekuensi yang sama ya, ada kecocokan dan kalau dilihat pimpinan partai kita sudah masuk, Pak Cak Imin ya, kita sudah masuk timnya Pak Jokowi," kata Prabowo usai pertemuan.

Ide koalisi besar ini awalnya diungkap oleh Ketum Golkar Airlangga Hartarto usai menghadiri buka puasa bersama di NasDem Tower, Jakarta, Sabtu (25/3) lalu.

Airlangga menjadi yang terdepan dalam membangun koalisi bersama PAN dan PPP. Mereka membentuk KIB sejak pertengahan 2022 lalu. Namun, KIB sampai saat ini belum mendeklarasikan capres dan cawapres.

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri tidak hadir karena sedang berada di Jepang. Sedangkan alasan ketidakhadiran Ketum Nasdem Surya Paloh masih simpang siur. 

Ketum PAN Zulkifli Hasan menyebut Paloh tak hadir karena sedang berada di luar negeri. Sedangkan Waketum PAN Yandri Susanto menyebut Paloh memang sengaja tak diundang. Pihaknya hanya mengundang ketum parpol yang direstui Jokowi

Isu Nasdem bakal ditendang dari koalisi Jokowi sempat berembus dalam beberapa waktu terakhir. Musababnya, Nasdem dianggap tak sejalan lagi dengan Jokowi karena mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden Pilpres 2024. Anies dianggap sebagai sosok antitesis Jokowi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Koalisi Besar #Pilpres 2024 #Jokowi #Pemilu 2024

Berita Populer