Wiwi
Wiwi

Rabu, 22 Maret 2023 13:40

Harga BBM Subsidi Diperkirakan Bakal Turun, Ini Jawaban Kementerian ESDM

Harga BBM Subsidi Diperkirakan Bakal Turun, Ini Jawaban Kementerian ESDM

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji mengatakan turunnya harga minyak mentah dunia itu tidak serta merta bisa menurunkan harga BBM di dalam negeri.

BUKAMATA - Saat ini harga minyak mentah dunia sedang merosot. Harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri, khususnya harga BBM subsidi seperti Solar dan RON 90 atau Pertalite, diramalkan bisa turun bulan depan.

Dikutip dari Refinitiv, pada awal pekan ini harga minyak, terus merosot mendekati level US$ 70 per barel atau hampir kembali ke level sebelum perang Rusia dan Ukraina.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun buka suara terkait turunnya harga minyak mentah dunia tersebut.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji mengatakan turunnya harga minyak mentah dunia itu tidak serta merta bisa menurunkan harga BBM di dalam negeri.

Saat ini, kata dia, harga minyak mentah memang dalam kondisi turun, tetapi masih pada level US$ 70 per barel.

"Sementara ini kalau (turunnya) sampai US$ 70 kami hitung masih belum (belum turun harga BBM). Jadi mulai US$ 65, harga minyak US$ 65 per barel nanti kita lakukan adjustment ya, kan sekarang US$ 73 berapa itu masih formula yang kita sampaikan di balik harga batas harga JBKP masih," jelas Tutuka, dikutip Rabu (22/3/2023).

Tutuka menjelaskan belum bisa menyampaikan apakah harga BBM Pertalite atau subsidi di Tanah Air bisa mengalami penurunan. Namun, pihaknya masih melakukan perhitungan dan antisipasi atas turunnya harga minyak mentah dunia ini.

"Tapi kalau kami menduga itu sekitar harga minyak US$ 65 per barel itu kita mesti menyesuaikan itu," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Bbm bersubsidi #Harga minyak dunia