Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Rabu, 01 Maret 2023 19:42

Ilustrasi
Ilustrasi

Soal Bayi Diduga Meninggal Akibat Salah Suntik, Ini Kata Komisi E DPRD Sulsel

Penyebab bayi AF meninggal karena adanya penyumbatan usus. Hal itu kemudian mengalami infeksi.

MAKASSAR, BUKAMATA - Anggota Komisi E DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel), Rahman Pina, mendatangi tim dokter RS Labuang Baji, Makassar, soal ramai isu bayi AF, yang meninggal diduga akibat salah suntik. Rahman Pina bersama rombongan mendatangi tim dokter dari RS Labuang Baji, Jalan Dr Ratulangi, Makassar, Rabu, 1 Maret 2023.

Dalam kunjungannya itu, ia mendengar dan memastikan penyebab bayi meninggal bukan karena salah suntik atau malapraktik. Menurutnya, darah bekas suntikan di tangan kanan AF dengan lubang infus yang dibuat tim dokter RS Labuang Baji itu berbeda.

"Sebenarnya pendarahan itu bukan karena terjadi salah penyuntikan. Karena untuk kepentingan infus, itu kan tangan kiri. Sementara yang pendarahan tangan kanan. Jadi gak nyambung," katanya kepada wartawan.

"Secara, tidak ada malapraktik atau yang salah dalam proses ini. Apalagi tadi ketua komite medik dan saya kira kalau urusan ini. Secara umum, apa yang kita dengar bisa dipahami," sambung Rahman.

Selain itu, seluruh penanganan di rumah sakit daerah ini sudah sesuai SOP. Hanya, saat bayi itu tiba di RS Labuang Baji, kondisi kesehatannya yang menurun.

Menurut dokter, protein kaya zat besi dalam sel darah merah atau Hemogoblin (HB) pada bayi hanya di angka 5, dan jauh di atas normal bayi pada umumnya yakni 13.

"Sudah sesuai SOP lalu sudah benar saat masuk ke rumah sakit, bayi ini sudah lemah dan tidak mungkin dioperasi sehingga dikembalikan dulu kondisi fisiknya bagus lalu dioperasi," jelasnya.

Sejauh ini pula, pihaknya baru bertemu dengan pihak rumah sakit. Rahman mengaku belum bertemu dan mendengar keterangan orang tua bayi.

Rahman juga belum membeberkan ada atau tidaknya rencana untuk mengunjungi orang tua bayi malang tersebut di Kabupaten Jeneponto.

"Kita kan juga belum tahu pasien keberatan. Cuman kan dalam kondisi begini kan tentu masih duka terjadi. Kita belum sejauh itu (ketemu)," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang bayi berusia satu bulan lebih 20 hari, meninggal dunia. Bayi itu menghembuskan napas terakhirnya diduga akibat salah suntik saat menjalani pertolongan medis di RSUD Labuang Baji, Makassar.

Akibatnya, bayi AF asal Kabupaten Jeneponto itu pun kehilangan banyak darah hingga membuat nyawanya tak tertolong, Selasa, 28 Februari 2023.

Dalam video amatir, tampak bayi itu sudah mendapat pertolongan medis di RSUD Labuang Baji meski masih dalam keadaan belum sadar.

Terdapat darah yang melumuri tangan kanannya. Darah itu pun telah diobati. Informasi yang dihimpun awak media, bayi tersebut memang diduga meninggal akibat salah suntik.

Dokter Bedah Anak RSUD Labuang Baji, dr Munawir Makkadafi, membantah dugaan salah suntik itu. Menurutnya, tidak ada aktivitas penyuntikan ke korban.

"Itu bukan salah suntik jadi memang posisinya pada bekas pengambilan sampel darah di rumah sakit sebelumnya (RS Pertiwi), itu yang berdarah dan itu kita hentikan," katanya.

"Kita udah beri penanganan awal pendarahan itu dan sudah berlangsung bagus lalu kita transfusi darah setelah itu. Saya pastikan bukan salah suntik karena gak ada suntikan masuk ke dalam," sambung dia kepada wartawan.

Sementara penyebab bayi itu meninggal karena adanya penyumbatan usus. Hal itu kemudian mengalami infeksi.

"Banyak. Untuk kasus dengan sumbatan usus karena sepsis atau infeksi yang masuk ke pembuluh darah. Artinya, kalau sudah begitu, tindakan kita harus menghentikan sumber infeksi itu dan itu dari sumbatan ususnya itu," pungkasnya. (*)

Penulis : Abdul Mugni
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Bayi meninggal salah suntik #Malapraktik #RSUD Labuang Baji #DPRD Sulsel