BUKAMATA - PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) mengucurkan US$186 juta atau setara Rp2,8 triliun (asumsi kurs Rp15.155 per dolar AS) untuk investasi produk tembakau bebas asap di Indonesia.
Presiden Direktur Sampoerna Vassilis Gkatzelis mengatakan investasi tersebut berupa pabrik produk tembakau bebas asap alias I Stops Original Smoking (IQOS) dengan merek HEETS.
"Investasi baru di Karawang, Jawa Barat senilai lebih dari US$186 juta untuk memenuhi permintaan kawasan Asia Pasifik dan pasar domestik," katanya di The Langham, Jakarta Selatan dilansir dari CNN, Selasa (21/2/23).
Pabrik ini sudah dibangun sejak 2021 dan mulai beroperasi pada kuartal IV 2022. Vassilis mengatakan pabrik HEETS di Indonesia ini adalah yang pertama di Asia Tenggara dan ketujuh di dunia.
Peresmian pabrik dan pelepasan ekspor perdana produk tersebut dilakukan pada Januari lalu. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga turut memberikan sambutan.
"Saya ucapkan selamat kepada seluruh manajemen dan karyawan Sampoerna atas peresmian fasilitas produksi dan pelepasan ekspor perdana produk tembakau inovatif bebas asap," ucap Airlangga dalam peresmian pabrik tersebut, Kamis (12/1), dikutip dari keterangan resmi Sampoerna.
"Investasi yang dilakukan Sampoerna ini diharapkan dapat memberi dampak positif dalam mendorong inovasi, serta penciptaan nilai ekonomi pada banyak sektor antara lain sektor UMKM, ritel tradisional, kemitraan dengan petani, dan pengembangan R&D," sambungnya.
Selain itu, Vassilis mengatakan Philip Morris International (PMI) selaku induk Sampoerna sudah berinvestasi lebih dari US$10,5 miliar sejak 2008 dalam pengembangan, penelitian, produksi, pemasaran, dan inovasi produk tembakau inovatif bebas asap.
Vassilis mengatakan proses pengembangan ini melibatkan lebih dari 980 ilmuwan, insinyur, teknisi, dan staf pendukung, termasuk dari Indonesia.
Vape Kian Diminati
Seiring perkembangan zaman dan industri, kini industri rokok elektrik semakin menjamur dan kian menjadi gaya hidup dan kian menjadi sektor bisnis yang menjanjikan.
Menurut data dari Statista, pendapatan global dari sektor rokok elektrik terus mencuat tinggi sejak 2012. Di tahun 2012 pendapatan global dari sektor rokok elektrik berada di angka 4517,6 juta euro, angka tersebut naik hingga tahun 2022 hingga mencapai angka 19 juta euro, dan diprediksikan akan terus naik di tahun-tahun berikutnya hingga tahun 2025.
BERITA TERKAIT
-
Meksiko Resmi Larang Vape dan Perketat Pengawasan Narkoba Sintetis
-
Anda Vaper? Simak Sederet Kesalahan Persepsi Terkait Kandungan Rokok Elektrik
-
APPNINDO Klaim Rokok Elektrik Aman dan Rendah Risiko
-
Pakai Vape 4 Bulan, Pria di Inggris Alami Paru-paru Kolaps
-
Mana yang Lebih Bahaya Rokok Tembakau atau Vape?