Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Laporan Resul Serdar dari Al Jazeera mengatakan, tim penyelamat juga mulai panik dan kehilangan semangat karena harapan untuk menemukan korban yang selamat meredup setiap jam.
BUKAMATA - Korban jiwa dalam gempa dahsyat yang menggucang Turki dan Suriah pada Senin (6/2/2023) lalu terus bertambah. Data terbaru menunjukkan jumlahnya sudah jauh melampaui prediksi WHO sebanyak 23.700 jiwa.
Jumlah korban tewas akibat gempa berkekuatan 7,8, SR ini juga telah melampaui gempa dahsyat pada 1999 lalu di Turki yang menewaskan lebih dari 17.000 orang.
Laporan Resul Serdar dari Al Jazeera mengatakan, tim penyelamat juga mulai panik dan kehilangan semangat karena harapan untuk menemukan korban yang selamat meredup setiap jam.
"Tim penyelamat menggali puing-puing dan berharap menemukan beberapa orang hidup atau mati karena sekarang sudah lebih dari 96 jam dan harapan di sini semakin memudar," ujarnya saat berdiri di depan blok bangunan yang runtuh di Kahramanmaras di selatan Turki, dekat dengan pusat gempa pertama berkekuatan 7,8 SR.
"Beberapa waktu kemudian, tim penyelamat berhasil menggali seorang pria hidup-hidup dari bawah reruntuhan, 110 jam sejak gempa terjadi," kata Serdar.
Sementara itu, laporan Stefanie Dekker dari Al Jazeera di Kota Gaziantep, mengatakan ada satu wanita yang seluruh anggota keluarganya belum ditemukan.
"Kami berbicara dengan seorang wanita di sini. Dia berkata, 'Saya memiliki empat saudara laki-laki, ibu, sepupu dan semua keponakannya ... semuanya hilang dalam sekejap ketika bangunan itu benar-benar hancur dengan sendirinya," ucapnya.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33