Redaksi
Redaksi

Selasa, 07 Februari 2023 14:12

1 Abad NU: Jokowi Mengatakan NU Telah Membawa Kerukunan dan Keragaman Bagi Indonesia

Jokowi mengungkapkan, NU selama satu abad telah memberikan warna bagi kemajuan Indonesia.

1 Abad NU: Jokowi Mengatakan NU Telah Membawa Kerukunan dan Keragaman Bagi Indonesia

Jokowi yakin bahwa NU akan tumbuh semakin kokoh, menjadi teladan dalam menjalankan agama Islam.

BUKAMATA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sambutannya untuk puncak peringatan satu abad hari lahir (Harlah) Nahdatul Ulama (NU) yang digelar di Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (7/2/2023). Presiden Jokowi mengatakan, NU memberikan pengaruh positif untuk ke-Indonesiaan, keislaman, kerukunan beragama, serta keberagaman.

"Atas nama rakyat Indonesia, saya mengucapkan tahniah dan syukur, mengucapkan tasyakur terima kasih, dan bersyukur atas peran NU untuk bangsa dan negara," ujar Jokowi dikutip dari siaran langsung YouTube NU TV.

Jokowi mengungkapkan, NU selama satu abad telah memberikan warna bagi kemajuan Indonesia. Bahkan, mampu menghadirkan keIslaman, serta kerukunan di tengah keberagaman.

“Selama satu abad NU telah memberikan warna yang luar biasa untuk ibu pertiwi Indonesia, keIslaman dan keIndonesiaan, keIslaman dan kebangsaan, persatuan dan kesatuan, serta kerukunan dalam keberagaman,” papar Jokowi.

Memasuki abad kedua, Jokowi yakin bahwa NU akan tumbuh semakin kokoh, menjadi teladan dalam menjalankan agama Islam. Bahkan, memberikan contoh yang baik dalam hidup berkeadaban secara syariat Islam.

Jokowi mengatakan NU sebagai organisasi Islam terbesar di dunia layak untuk berkontribusi terhadap masyarakat dunia. "Sebagai organisasi Islam terbesar di dunia NU layak berkontribusi untuk masyarakat internasional.

Pemerintah sangat menghargai upaya PBNU untuk ikut membangun peradaban dunia yang lebih baik dan lebih mulia," kata Jokowi. Sebagai organisasi Islam yang mengakar kuat di masyarakat, kata Jokowi, NU telah menjaga ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan-tantangan.

"Dalam menghadapi pandemi Covid-19, dalam menghadapi hantaman gerakan-gerakan radikal, termasuk menjaga diri dari politik identitas dan ekstremisme," ungkapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Jokowi #1 abad NU #keragaman

Berita Populer