Hujan dan Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Sejumlah Kendaraan di Jalan Tupai Makassar
01 Februari 2026 14:50
Rehabilitasi medis ini akan mereka jalani selama enam bulan ke depan di Rutan Kelas 1 Makassar, terhitung mulai Januari hingga Juni 2023 mendatang.
MAKASSAR, BUKAMATA - Sebanyak 70 warga binaan Rutan Kelas 1 Makassar siap menjalani rehabilitasi medis, atas ketergantungan narkoba pada dirinya.
Rehabilitasi medis ini akan mereka jalani selama enam bulan ke depan di Rutan Kelas 1 Makassar, terhitung mulai Januari hingga Juni 2023 mendatang.
Rehabilitasi ini dilakukan karena sejak 2020 hingga 2022, kasus narkoba mendominasi di Rutan Kelas 1 Makassar.
“Saudara adalah orang-orang yang terpilih, dari seribuan warga binaan kasus narkotika di Rutan Makassar, anda yang terpilih. Jadi saya harap saudara bisa mengikuti program ini dengan baik dan bertekad untuk bisa benar-benar pulih dari narkoba,” kata Kadivpas Kantor Kanwil Kemenkumham Sulsel, Suprapto dalam keterangannya, Senin 30 Januari 2023.
Di tempat yang sama, Kepala Rutan Kelas I Makassar, Moch Muhidin mengatakan kegiatan rehabilitasi medis ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya bantuan serta dukungan stakeholder terkait.
“Atas dukungan dan kerjasama, kami mengapresiasi yang setinggi-tingginya. Terima kasih kepada BNN Provinsi Sulsel, Rehabilitasi Baddoka, Ikatan Konselor Adiksi Indonesia yang selalu mendampingi kegiatan rehabilitasi medis di Rutan Makassar,” ucapnya.
Dia melanjutkan, yang bisa sembuh dan pulih dari narkoba adalah mereka yang mau mengambil manfaat dari program rehabilitasi yang dijalaninya.
“Tidak ada program rehabilitasi di dunia yang bermanfaat kepada seseorang, kecuali orang itu bisa mengambil manfaat ketika sedang menjalani program tersebut. Meski saudara direhabilitasi di tempat tercanggih sekalipun," jelas Muhidin.
"Seperti di Amerika atau Eropa, tidak ada jaminan bisa sembuh, bisa pulih. Yang bisa pulih, yang bisa sembuh adalah mereka yang bisa mengambil manfaat, bisa mengambil hikmah dari program yang sedang mereka ikuti,” sambungnya.
Ia berharap para warga binaan dalam mengikuti program rehabilitasi ini bukanlah sekadar mengisi waktu, tapi benar-benar atas dasar kesadaran sendiri, menginginkan kehidupan dan masa depan yang lebih baik.
“Jadikanlah ini sebuah pengalaman yang pahit sekaligus berharga. Saudara bisa mengambil hikmah dari kejadian yang dialami. Saya tegaskan, Narkoba sama sekali tidak ada manfaatnya,” tuturnya menutup sambutan.
Acara pembukaan ini dimeriahkan dengan persembahan modern mix tradisional dance oleh warga binaan perempuan serta lagu Wujudkan Indonesia Bersih dari Narkoba (BERSINAR), yang merupakan 100 persen ciptaan warga binaan peserta rehabilitasi medis.
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
31 Januari 2026 21:37
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 14:50