BUKAMATA - Tahun 2023 merupakan tahun politik di Indonesia menjelang Pemilihan Umum yang bakal digelar pada Februari 2024 mendatang. Kendati demikian Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta investor dan masyarakat tak perlu khawatir menghadapi tahun politik.
"Tentu ini membutuhkan kerja sama kita semua untuk berkomitmen dalam membuat Pemilu kita tetap aman, damai, jujur, dan adil seperti yang diinginkan," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers usai kunjungan kerja ke Cikarang Dry Port (CDP) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (27/1/2023) seperti dikutip dari katadata.co.id
Ia menilai peningkatan suhu politik menjelang Pemilu merupakan hal yang lazim. Namun Indonesia sudah beberapa kali menyelenggarakan Pemilu dan saat itu keamanan tetap bisa terjaga. Sehingga pesta demokrasi itu diharapkan Sri Mulyani tidak dijadikan alasan investor atau masyarakat khawatir atas ekonomi Tanah Air. Keyakinan tersebut juga sejalan dengan komitmen Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menegaskan akan terus menjaga Indonesia.
Sebelumnya, Presiden Jokowi menegaskan semua pihak untuk menghindari benturan sosial dan tidak melakukan adu domba selama tahun politik.
"Saya titip, saya titip, saya titip. Kita semua menjaga stabilitas politik, setuju?. Jangan sampai ada gesekan. Hindari. Jangan sampai ada yang benturan. Hindari. Jangan sampai ada yang apalagi mengadu domba," kata Jokowi di Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (29/11/2022).
BERITA TERKAIT
-
298 Legislator Terpilih PKB di Sulawesi dan Papua Ikuti Sekolah Pemimpin
-
45 Caleg Terpilih DPRD Bone Resmi Dilantik
-
Konsolidasi Organisasi Pasca Pemilu 2024, Partai Gelora Gelar Workshop Kaderisasi
-
Diduga Perintahkan PPK Gelembungkan Suara Caleg, Ketua KPU Bone: Silakan ke Bawaslu
-
KPU Makassar Hanya Targetkan 65 Persen Partisipasi Pemilih di Pilwalkot