Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Selasa, 24 Januari 2023 22:34

Ist
Ist

Diduga Tambang Ilegal, Pemilik Ngaku Hanya Miliki Izin Lisan dari Kadis DLH Jeneponto

Kapolsek Kelara Polres Jeneponto, Iptu Sukardi, membenarkan keberadaan tambang tersebut, yang berlokasi di Desa Rumbia, Kecamatan Rumbia.

JENEPONTO, BUKAMATA - Pemilik tambang galian C di Desa Rumbia, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, angkat bicara terkait tambang galian C yang diduga ilegal, tak berizin.

Kepala Desa Rumbia, Suprianto Lolo, mengatakan, tambang galing C tersebut adalah miliknya, untuk memenuhi adanya permintaan tanah merah dari perusahaan WIKA. Ia mengaku, proses penambangan tersebut tidak berizin secara tertulis, namun sudah pernah bertemu dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jeneponto, untuk disampaikan.

"Kalau izinnya tidak ada. Saya ketemu Karaeng Lili, tidak ada secara tertulis, kalau dilarang saya berhenti. Pamari na pusing kamma (berhentika tidak pusing ja)," ujar Suprianto, Selasa, 24 Januari 2023.

Ia juga menyebut, akan membuat akses jalan di tempat penambangan tersebut. Menurutnya, timbunan itu tidak diperuntukkan untuk timbunan rumah, kecuali yang tanah putih.

"Saya juga mau bikin jalan, bukan ji timbunan rumah, adapun kalau yang tanah putih itu, yang dipakai untuk perumahan. Itu kan tanahku sendiri. Sementara tanah merah permintaan WIKA," terangnya

"Itu kan WIKA, itu yang bikin pusing saya. Kalau izin tidak ada, namun tanah yang ditambang gandengan dengan tanah Haji Amang, karena 25 hektare itu," kata Suprianto.

"Kalau disuruh berhenti saya berhenti, punna nisuroa ammari ammarika. Tapi, bagaimana karena WIKA butuh puluhan kubik tanah. Satu truk hanya dijual Rp100 ribu, untuk uang solar," sambungnya.

Menurut kepala desa dua periode tersebut, bahwa ia menambang untuk kepentingan masyarakat tiga kecamatan. Diantaranya, masyarakat Kecamatan Kelara, Batang dan Arungkeke.

"Kalau ini selesai Irigasi yang dikerjakan WIKA, akan mengaliri tiga kecamatan yakni Batang, Kelara, Arungkeke dan target empat bulan selesai. Kalau merugikan masyarakat, saya juga tidak mau," terangnya blak-blakan.

Sebelumnya diberitakan, diduga produksi tambang galian C tak berizin, beroperasi di Desa Rumbia, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto.

Pantauan Bukamatanews, tambang tersebut menggunakan alat berat eskavator. Keberadaan tambang berjarak kurang lebih 50 meter dari tempat tinggal warga.

Kapolsek Kelara Polres Jeneponto, Iptu Sukardi, membenarkan keberadaan tambang tersebut, yang berlokasi di Desa Rumbia, Kecamatan Rumbia.

"Kalau setahu saya, lokasi tanah milik Kades Rumbia, dijual tanahnya untuk timbunan, silahkan kordinasi dengan Pak Desa Rumbia, lebih jelasnya," ujar Sukardi, Senin, 23 Januari 2023. (*)

Penulis : Samsul
#Tambang Ilegal #Galian C #Dinas Lingkungan Hidup Jeneponto